Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri pembukaan Strategic Forum ICA-CEPA dan IEU-CEPA di kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Senin (29/9/2025). (Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ada kabar baik terkait aturan anti deforestasi dari Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR). Benua biru yang selama ini ngotot memerangi komoditas sawit Indonesia, mulai melunak.
Tentu saja tidak sedang bercanda, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut Uni Eropa mulai melunak, terkait kebijakan EUDR atau UU Anti Deforestasi pascapenandatanganan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA).
Menurut Mendag Budi, IEU CEPA membawa banyak manfaat bagi Indonesia. Selain membuka akses pasar yang lebih luas, kemitraan ekonomi ini juga melunakkan segala hambatan dagang, termasuk EUDR. “Setelah IEU-CEPA selesai, semua menjadi melunak. Mudah-mudahan terus melunak,” ujar Mendag Budi di Jakarta, Senin (29/9/2025).
Sepanjang Januari-Juli 2025, total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa tercatat US$18 miliar. Atau naik 4,34 persen ketimbang periode yang sama pada tahun lalu.
Pada 2024, lanjutnya, total perdagangan kedua pihak mencapai US$30,40 miliar ke Uni Eropa. Nilainya mencapai US$17,40 miliar. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Uni Eropa, mencapai US$13 miliar. Artinya, Indonesia mendapatkan surplus US$4,4 miliar dari berdagang dengan Uni Eropa.
Dengan implementasi IEU-CEPA, Mendaqg Budi optimistis, nilai ekspor terhadap Uni Eropa, bakal meningkat hingga dua kali lipat. “Artinya nanti kalau misalnya implementasinya sudah berjalan, ya pastinya lebih meningkat,” katanya.
Di mana, IEU-CEPA mengeliminasi hingga 98 persen total tarif, menghapus hampir semua hambatan perdagangan barang dan jasa, serta membuka jalan untuk investasi.
Manfaatnya, menurut dia, akan dirasakan oleh sektor-sektor kunci bagi kedua pihak, mulai dari produk sawit, tekstil, dan alas kaki bagi Indonesia hingga produk makanan, pertanian, otomotif, dan industri kimia bagi Uni Eropa. Dengan demikian, IEU CEPA menawarkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan bagi dunia bisnis Indonesia dan Uni Eropa.
Lebih lanjut, perjanjian tersebut memberikan pendalaman akses pasar dan kepastian bagi sektor-sektor utama Indonesia untuk memanfaatkan besarnya pasar Uni Eropa, terutama di sektor padat karya, seperti industri dan pertanian.














