Pertaruhan The Series. (Foto: Vidio)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Setelah meraih sukses fenomenal dengan total 86 juta penonton dan mengukuhkan diri sebagai serial aksi terpopuler di Vidio, Pertaruhan The Series resmi kembali dengan musim ketiga. Serial produksi Screenplay Films ini diklaim hadir lebih besar, lebih keras, dan secara emosional lebih kompleks.
Musim ketiga ini tidak hanya menjanjikan eskalasi aksi, tetapi juga memperluas dunia Pertaruhan secara signifikan. Dua elemen kunci yang diperkenalkan adalah pertarungan brutal menggunakan keris modern dan sebuah latar baru yang unik: “Kampung Cikawe”, pusat produksi barang tiruan (KW) yang dipimpin karakter baru.
Dalam sesi jumpa pers di XXI Metropole, Jakarta, Selasa (11/11/2025), sutradara Fajar Martha Santosa mengungkap salah satu adegan paling menonjol di musim ini.
“Salah satu adegan paling berkesan adalah duel antara Elzan (Jefri Nichol) dan Elang (Elang El Gibran) menggunakan keris,” ujar Fajar.
Fajar, yang kali ini berkolaborasi dengan sutradara Sinung Winahyoko, menjelaskan bahwa pemilihan keris bukan sekadar senjata tradisional, melainkan simbol budaya dari era Majapahit yang dimodifikasi agar relevan dengan aksi modern.
“Pertarungan ini bukan sekadar aksi fisik, melainkan pertemuan dua karakter dengan prinsip berbeda. Elzan yang spontan dan berjuang dengan tekad, serta Elang yang taat, disiplin, dan penuh loyalitas. Filosofinya sama seperti keris, senjata yang setia pada pemiliknya,” jelas Fajar.
Elzan Lebih Kompleks, ‘Kampung KW’ Pimpinan Aming
Perubahan tidak hanya terjadi di skala aksi, tetapi juga di dalam diri karakter utamanya. Jefri Nichol, yang kembali memerankan Elzan, mengakui bahwa musim ini menjadi tantangan berat karena kompleksitas emosional karakternya.
“Elzan di Pertaruhan The Series 3 jauh lebih kompleks. Dulu dia cuma reaktif, kalau disakiti, dia balas. Sekarang dia berusaha menahan diri, tapi tetap meledak di waktu yang tepat,” ungkap Jefri.
Menurut Jefri, Elzan kini tidak lagi digambarkan sebagai petarung jalanan biasa, melainkan sosok yang terus berjuang untuk hidup normal di tengah dunia yang tidak adil.
Peningkatan skala produksi musim ini juga diwujudkan dalam pembangunan set Cikawe. Lokasi ini digambarkan sebagai sebuah kampung unik yang hidup dari kreativitas “jalur alternatif”, yakni sebagai pusat produksi berbagai barang tiruan.
Dunia baru ini dipimpin oleh sosok baru yang digambarkan “absurd sekaligus jenius” bernama Kalkun. Karakter unik pemimpin Cikawe ini diperankan oleh komedian Aming, menandai ekspansi dunia Pertaruhan ke wilayah yang lebih berwarna.














