Perusahaan Italia Temukan Sumur Gas Raksasa di Kaltim, Bahlil: Produksi Maksimal 2 Tahun Lagi

Perusahaan Italia Temukan Sumur Gas Raksasa di Kaltim, Bahlil: Produksi Maksimal 2 Tahun Lagi

Clara Medium.jpeg

Senin, 20 April 2026 – 20:09 WIB

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ada kabar baik terkait pasokan gas nasional, setelah ditemukan sumur gas berkapasitas besar di Kalimantan Timur (Kaltim). Sumur tersebut diperkirakan mulai berproduksi dalam dua tahun ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa temuan sumber gas jumbo ini berasal dari wilayah kerja baru, yakni sumur Geliga di Blok Ganal yang dikelola Eni, perusahaan energi multinasional asal Italia.

Blok tersebut memiliki potensi gas mencapai 5 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF) serta kondensat sekitar 300 juta barel setara minyak.

“Ini giant. Dengan demikian, Eni pada 2028 bisa kita maksimalkan mencapai kurang lebih sekitar 2.000 MM untuk gas. Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600 sampai 700,” kata Menteri Bahlil di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Produksi gas dari Blok Ganal ditargetkan meningkat secara bertahap hingga sekitar 3.000 MM pada 2030. Pemerintah juga menargetkan produksi kondensat sebesar 90.000 barel per hari pada 2028, lalu meningkat menjadi 150.000 barel per hari pada periode 2029–2030.

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan tambahan produksi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan impor energi, baik gas maupun minyak mentah.

“Ini adalah strategi agar kebutuhan gas dalam negeri bisa dipenuhi tanpa impor dari negara lain. Gas ini juga akan kita dorong untuk mendukung industri hilirisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Eni mengumumkan penemuan cadangan gas besar melalui sumur eksplorasi Geliga-1 di Blok Ganal. Lokasinya berada di Cekungan Kutai, sekitar 70 kilometer lepas pantai Kalimantan Timur. Sumur ini merupakan bagian dari pengembangan proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

Selain sumur Geliga, pemerintah juga menemukan cadangan di Blok Gula dengan potensi 2 TCF gas dan 75 juta barel kondensat. Dengan demikian, total potensi dari kedua blok mencapai 7 TCF gas dan sekitar 375 juta barel kondensat setara minyak.

Kedua blok tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada 2028, dengan lokasi di lepas pantai Kalimantan Timur, sekitar 12 mil dari daratan. Tambahan produksi kondensat ini. dinilai akan berkontribusi langsung terhadap penurunan impor minyak mentah, seiring potensi tambahan pasokan hingga 150.000 barel per hari pada 2030.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 7 times, 1 visit(s) today