Perusahaan Kaesang ‘Bandel’ tak Setor Lapkeu ke BEI, Pengamat: PMMP Krisis Keuangan

Perusahaan Kaesang ‘Bandel’ tak Setor Lapkeu ke BEI, Pengamat: PMMP Krisis Keuangan

Clara Medium.jpeg

Rabu, 8 Juli 2026 – 05:09 WIB

Grace Natalie dan Suci Mayang, bersama Ketua Umum PSI, Kaesang (Foto: Instagram / sucimayang)

Grace Natalie dan Suci Mayang, bersama Ketua Umum PSI, Kaesang (Foto: Instagram / sucimayang)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Keuangan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu eks Presiden Jokowi, dalam tekanan berat. Utangnya di 5 bank dan LPEI mencapai Rp2,8 triliun.

Perusahaan udang milik Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu juga dinilai otoritas bursa, tidak tertib dalam menyerahkan laporan keuangan (lapkeu) interim kuartal I-2025 dan tak membayar denda sebagai konsekuensinya.

Alhasil, Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan suspensi alias memasang ‘gembok’ untuk PMMP sejak 30 Juli 2025. Atau nyaris setahun ini.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menjelaskan, secara hukum, PMMP belum bisa disebut bangkrut. Beda cerita jika PMMP sudah dinyatakan pailit oleh pengadilan, atau memasuki proses likuidasi.

Hingga saat ini, kata dia, PMMP masih menjalankan operasional, dan terus berupaya untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Di tengah tekanan keuangan.

“PMMP belum bisa dikategorikan bangkrut. Bangkrut secara hukum berarti perusahaan telah dinyatakan pailit oleh pengadilan atau memasuki proses likuidasi,” ungkap Lukman kepada Inilah.com, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Saat ini, kata dia, PMMP masih beroperasi, sedang mengajukan restrukturisasi utang kepada para kreditur. “Dan berupaya mempertahankan kelangsungan usahanya meskipun aktivitas operasionalnya telah menyusut drastis,” ujar Lukman.

Dia menjelaskan, krisis yang dialami PMMP dipicu kombinasi penurunan permintaan ekspor udang dan tingginya beban bunga utang. Kondisi tersebut membuat arus kas perusahaan semakin tertekan.

Selain itu, laporan keuangan PMMP juga sempat memperoleh opini Disclaimer of Opinion dari auditor. Menurutnya, opini tersebut bukan berarti perusahaan terbukti melakukan kecurangan.

“Ini bukan berarti perusahaan pasti melakukan kecurangan, tetapi auditor menyatakan tidak memperoleh bukti yang cukup untuk memberikan opini atas laporan keuangan. Kondisi seperti ini biasanya semakin menurunkan kepercayaan investor maupun kreditur,” katanya.

Dia pun menyebut, kondisi PMMP saat ini, tengah mengalami krisis likuiditas dan tekanan keuangan yang serius. “PMMP saat ini lebih tepat disebut sedang mengalami krisis likuiditas dan tekanan keuangan yang serius, bukan bangkrut,” tegas dia.

Meskipun begitu, dia mengatakan PMMP masih memiliki peluang untuk pulih. Namun, hal itu sangat dipengaruhi faktor restrukturisasi utang hingga permintaan ekspor udang di pasar modal.

“Keberhasilan perusahaan keluar dari kondisi ini akan sangat bergantung pada keberhasilan restrukturisasi utang, pemulihan arus kas, serta membaiknya permintaan ekspor udang di pasar global,” tuturnya.

Utang PMMP di Bank Tembus Rp2,8 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap keuangan PMMP yang sudah berada di ujung kebangkrutan. Lantaran utang bank yang menggunung cukup tinggi.

Misalnya, di Bank Permata, outstanding utang perusahaan milik suami Erina Sofia Gudono, nyaris mencapai Rp1 triliun. Tepatnya US$53,12 juta, atau setara Rp929,6 miliar (kurs Rp17.500/US$). Itu belum termasuk fasilitas tambahan Rp5,49 miliar.

Di BCA yang dikenal sebagai bank beraset jumbo itu, utang PMMP tembus US$40,29 juta. Atau setara Rp705 miliar. Sedangkan utang ke Lembaga Pembiayaan Ekspor Impor (LPEI), mencapai US$30,71 juta, atau sekitar Rp537,4 miliar.

Masih ada lagi utang perusahaan Kaesang ke PT Bank SMBC Indonesia Tbk, sebesar US$22,80 juta yang setara Rp400 miliar. Utang ke Bank Maspion pun ada. Nilainya mencapai US$7,21 juta.

Terakhir utang di Bank Resona Perdania, sebesar US$5,99 juta. Totalnya sekitar Rp2,8 triliun. Itu pun belum termasuk bunganya. Saat ini, PMMP sedang mengajukan restrukturisasi. “Saldo tersebut di luar utang bunga,” tulis Manajemen PMMP, dikutip Selasa (7/7/2026).

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 1 visit(s) today