Pesan Rahasia Jonatan Christie Ini yang Bikin Mental Alwi Farhan Berubah Drastis, Apa Katanya?

Pesan Rahasia Jonatan Christie Ini yang Bikin Mental Alwi Farhan Berubah Drastis, Apa Katanya?

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Rabu, 8 Juli 2026 – 19:00 WIB

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2026).(Foto: inilah.com/Harris Muda)

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/6/2026).(Foto: inilah.com/Harris Muda)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, mengaku tak ingin lagi memosisikan dirinya sebagai sosok inferior di hadapan para pemain top dunia.

Bagi Alwi, para pebulu tangkis elite memang memiliki nama besar, namun ketika sudah memasuki lapangan, mereka adalah lawan yang harus dihadapi dan dikalahkan.

“Memang kita enggak boleh terlalu apa ya, terlalu melihat yang senior-senior itu seperti idola atau bagaimana. Karena memang ketika di lapangan juga mereka-mereka juga menjadi lawan saya,” kata Alwi di sela-sela sesi latihan di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (8/7/2026).

Peraih dua gelar Super 500 pada Indonesia Open 2026 dan Australia Open 2026 itu menegaskan, pola pikir tersebut bukan berarti dirinya kehilangan rasa hormat kepada para senior maupun pemain papan atas dunia.

Namun, ia merasa harus menempatkan diri sebagai lawan yang setara agar mampu mengeluarkan permainan terbaik.

“Ketika saya bukan berarti enggak respek ya, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena ya saya harus menempatkan diri saya karena saya bisa melawan mereka juga,” kata pebulu tangkis peringkat 10 dunia.

“Jadi pastinya menghargai, tapi ya saya punya keinginan untuk menang juga. Jadi apa pun yang terjadi di lapangan, apa pun yang senior atau junior di lapangan, ya semuanya ingin memiliki kemenangannya sama,” ujarnya lagi.

Alwi menambahkan, ketika pertandingan dimulai, status senior maupun junior tak lagi menjadi pembeda. Yang ada hanyalah dua pemain yang sama-sama mengincar kemenangan.

Sementara itu, saat ditanya kapan mental dan pola pikir seperti itu mulai terbentuk, atlet berusia 21 tahun itu menyebut momen tampil di ajang Sudirman Cup 2025 sebagai titik balik.

Saat itu, ia mendapat banyak pelajaran, termasuk wejangan dari seniornya, Jonatan Christie, yang kini memilih berkarier sebagai pemain profesional.

“Sejak saya bertemu Anders Antonsen di Sudirman Cup. Ya, karena di belakang saya ada Ko Jonatan (Christie) juga. Jadi Ko Jo di waktu itu mungkin saya jadi tahu juga apa sih yang dipikirkan Ko Jonatan ketika bermain,” katanya.

“Karena waktu itu Ko Jonatan juga bilang, ‘Enggak usah takut,’ gitu. ‘Mau dia drama, mau dia, maksudnya mau dia ada nggak terima apa-apa, enggak usah sungkan,’ gitu,” ujarnya lagi.

Menurut Alwi, pesan sederhana dari Jonatan itu membuatnya memahami, setiap pemain memiliki hasrat yang sama untuk menang.

“Jadi ya semuanya memiliki rasa keinginan menang yang sama gitu. Jadi ketika sudah di lapangan enggak ada rasa enggak enak, enggak ada rasa sungkan atau malu, jadinya ya seperti itu,” tuturnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today