Pesisir Jakarta Siaga, 16 RT di Jakut dan Pulau Seribu Terendam Banjir Rob

Pesisir Jakarta Siaga, 16 RT di Jakut dan Pulau Seribu Terendam Banjir Rob

Nebby Medium.jpeg

Sabtu, 6 Desember 2025 – 13:21 WIB

Guru mendampingi siswa mengerjakan ujian di salah satu kelas Madrasah Ibtidaiyah El-Nur El-Kasysyaf, Marunda, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan debit air dari banjir rob yang mengganggu proses belajar mengajar serta membahayakan keselamatan siswa. (Foto: Antara Foto/Ika Maryani/bar).

Guru mendampingi siswa mengerjakan ujian di salah satu kelas Madrasah Ibtidaiyah El-Nur El-Kasysyaf, Marunda, Jakarta, Jumat (5/12/2025). Pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal untuk mengantisipasi kenaikan debit air dari banjir rob yang mengganggu proses belajar mengajar serta membahayakan keselamatan siswa. (Foto: Antara Foto/Ika Maryani/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Banjir rob kembali menggenangi wilayah pesisir Jakarta pada Sabtu pagi, dengan 16 RT dan satu ruas jalan terdampak di Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

“Ada 16 RT dan satu ruas jalan yang tergenang banjir rob di Jakarta pada Sabtu pagi,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).

Dari 16 RT yang terdampak, lima berada di Jakarta Utara, dengan tiga RT di Kelurahan Pluit terendam air setinggi 25-60 cm dan dua RT di Kelurahan Marunda dengan ketinggian 15-25 cm. Sedangkan ruas jalan yang tergenang berada di Jalan RE Martadinata, tepat di depan Jakarta Internasional Stadium (JIS), Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, dengan ketinggian air 20 cm. Saat ini, genangan di lokasi masih dalam penanganan petugas.

Di Kepulauan Seribu, tercatat 11 RT terdampak, yakni empat RT di Kelurahan Pulau Tidung dengan ketinggian air 10 cm, tiga RT di Pulau Harapan 10-20 cm, dan empat RT di Pulau Panggang setinggi 30 cm. “Saat ini, semua dalam penanganan petugas,” tambah Yohan.

BPBD DKI menyebut banjir rob ini dipicu fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan purnama dan perigee (supermoon), sebagaimana diingatkan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok sejak 1-10 Desember 2025. Fenomena tersebut meningkatkan ketinggian air laut hingga memicu genangan di wilayah pesisir utara Jakarta.

Kondisi ini juga menyebabkan naiknya tinggi muka air di Pintu Air Pasar Ikan, yang sempat berstatus Bahaya atau Siaga 1 pada pukul 09.00 WIB, memicu genangan di beberapa wilayah.

Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor genangan, bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Tugas mereka mencakup penyedotan genangan, memastikan tali-tali air berfungsi baik, serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

BPBD DKI juga mengimbau masyarakat tetap waspada. “Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop,” pungkas Yohan.
 

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today