Cafe Brasserie Expo 2026 akan digelar pada 9-11 Oktober di NICE PIK 2. Pameran ini mempertemukan pelaku industri F&B, waralaba, hospitality, investor, dan pembeli bisnis dalam satu ekosistem. (Foto: CBE)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pertumbuhan industri kafe, restoran, dan hospitality di Indonesia mendorong penyelenggaraan Cafe Brasserie Expo (CBE) 2026 dengan skala yang lebih besar. Pameran industri makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Hall 5, NICE PIK 2, Tangerang.
Penyelenggara, PT Panorama Media yang merupakan bagian dari Panorama Group, menargetkan pameran menjadi wadah bertemunya pelaku industri F&B, investor, pemilik merek, hingga pembeli bisnis (buyers) dalam satu ekosistem.
Penyelenggaraan tahun ini merupakan lanjutan dari kesuksesan CBE sebelumnya yang digelar pada Mei 2026. Saat itu, pameran mencatat sekitar 45.910 pengunjung dan menghadirkan 100 merek dari berbagai sektor industri kuliner.
Satukan Industri F&B, Waralaba, dan Hospitality
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, CBE 2026 akan digelar bersamaan dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) Business Show serta Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE).
Kolaborasi tiga pameran tersebut mengusung konsep 3-in-1 Mega Ecosystem, yang menghubungkan pelaku usaha kuliner, bisnis waralaba, serta industri perjalanan dan kegiatan korporasi dalam satu lokasi.
Konsep tersebut diharapkan memperluas peluang kolaborasi bisnis mulai dari pengembangan merek, ekspansi melalui sistem waralaba, hingga menjangkau pasar korporasi.
Fokus pada Tren Industri Kuliner
Cafe Brasserie Expo 2026 akan menghadirkan berbagai sektor yang tengah berkembang di industri F&B, mulai dari kopi, teh, cokelat, wine, hingga konsep experiential dining yang semakin diminati konsumen.
Selain menjadi ajang pameran produk, kegiatan ini juga dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha dengan investor melalui program Business-to-Business (B2B) Matchmaking.
Berbagai agenda pendukung seperti seminar industri, lokakarya, hingga demonstrasi keterampilan (craftsmanship) juga akan digelar untuk memberikan wawasan bagi pelaku usaha.
President Director Panorama Media, Royanto Handaya, mengatakan integrasi tiga pameran tersebut mencerminkan perubahan tren ekonomi kreatif yang semakin mengutamakan pengalaman konsumen dan kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas peluang bisnis bagi pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia.
Bidik Ekspansi Bisnis ke Kawasan Baru
Project Manager pameran, Marzuki Herry, menjelaskan konsep tiga pameran dalam satu lokasi akan menjadi ruang jejaring bisnis yang mempertemukan berbagai pelaku industri.
Ia menilai kawasan PIK 2 sebagai lokasi penyelenggaraan memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan bisnis baru, sehingga dapat membuka peluang ekspansi pasar bagi peserta pameran.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Kopi Indonesia, Dwiki Cahyadi, menyebut CBE 2026 menjadi momentum penting bagi industri kopi nasional untuk memperluas kolaborasi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Menurutnya, ruang pertemuan antara pelaku usaha, investor, dan mitra bisnis akan memperkuat ekosistem industri kedai kopi modern di Indonesia.
Pendaftaran Peserta Dibuka
Panorama Media telah membuka pendaftaran bagi perusahaan yang ingin menjadi peserta pameran.
Peserta yang melakukan pendaftaran lebih awal akan memperoleh sejumlah keuntungan, di antaranya prioritas pemilihan lokasi stan serta kesempatan mengikuti program business matching yang disiapkan penyelenggara.
Melalui penyelenggaraan Cafe Brasserie Expo 2026, Panorama Media berharap pameran tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga mendorong terbentuknya kolaborasi bisnis baru yang mendukung pertumbuhan industri F&B dan hospitality di Indonesia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














