Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin saat mengungkap, praktik sindikat propaganda digital yang diduga memproduksi dan menyebarkan konten berita bohong (hoaks), fitnah, hingga provokasi secara terorganisir. (Dok-Polda Metro Jaya)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Polda Metro Jaya mengungkap indikasi praktik terorganisir dalam penyebaran hoaks di media sosial, termasuk dugaan penggunaan pihak ketiga berbayar untuk memproduksi konten bermuatan pidana.
Temuan itu muncul dalam pengusutan kasus yang menyeret 10 orang sebagai tersangka dari total 28 penggiat media sosial yang diperiksa selama periode Juni hingga Agustus 2026.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, salah satu modus yang ditemukan adalah keterlibatan pihak lain yang dibayar untuk membuat konten provokatif.
“Modus yang kami temukan antara lain manipulasi dokumen asli, pemalsuan dokumen elektronik, hingga penggunaan pihak ketiga berbayar untuk memproduksi konten bermuatan pidana,” kata Iman.
Selain itu, penyidik juga menemukan praktik penyebaran ulang informasi provokatif yang belum terverifikasi untuk memperluas jangkauan konten.
Dari hasil pendalaman, polisi menelusuri 37 akun media sosial yang diduga terlibat. Sebanyak 10 akun telah diamankan sebagai barang bukti, sementara 30 konten yang dinilai berpotensi mengganggu ketertiban telah diturunkan.
Iman menyebut, dari 28 orang yang diperiksa, sebanyak 18 orang hanya diberikan peringatan dan pembinaan karena belum memenuhi unsur pidana atau alat bukti belum cukup kuat. Sementara 10 orang lainnya diproses hukum dan sembilan di antaranya telah ditahan.
“Penegakan hukum merupakan langkah terakhir apabila berdasarkan alat bukti ditemukan perbuatan yang memenuhi unsur pidana,” ujarnya.
Meski demikian, polisi belum merinci lebih jauh terkait pola jaringan maupun aliran dana dalam dugaan penggunaan jasa berbayar tersebut. Temuan ini membuka kemungkinan adanya praktik sistematis dalam produksi hoaks, tidak sekadar dilakukan secara individual.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











