Polisi Temukan Unsur Pidana dari Tewasnya 14 Pekerja MT Federal II di PT ASL Marine Shipyard

Polisi Temukan Unsur Pidana dari Tewasnya 14 Pekerja MT Federal II di PT ASL Marine Shipyard

Nebby Medium.jpeg

Kamis, 30 Oktober 2025 – 04:35 WIB

Petugas medis mengevakuasi korban kebakaran kapal tanker MT Federal II di RS Mutiara Aini Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/6/2025). Kebakaran kapal tanker yang terjadi saat proses docking di galangan kapal PT ASL tersebut mengakibatkan lima orang pekerja mengalami luka bakar dan empat orang meninggal dunia. (Foto: Antara Foto/Teguh Prihatna/bar).

Petugas medis mengevakuasi korban kebakaran kapal tanker MT Federal II di RS Mutiara Aini Batam, Kepulauan Riau, Selasa (24/6/2025). Kebakaran kapal tanker yang terjadi saat proses docking di galangan kapal PT ASL tersebut mengakibatkan lima orang pekerja mengalami luka bakar dan empat orang meninggal dunia. (Foto: Antara Foto/Teguh Prihatna/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang, Polda Kepulauan Riau, menemukan adanya dugaan tindak pidana dalam peristiwa kebakaran kapal MT Federal II yang menewaskan 14 orang pekerja dan melukai 17 lainnya.

Kapal tersebut diketahui terbakar saat menjalani proses perbaikan di galangan PT ASL Marine Shipyard Batam beberapa waktu lalu.

Atas temuan awal itu, polisi resmi menaikkan status penanganan perkara dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.

“Betul perkara sudah kami tingkatkan ke tahap penyidikan sejak Jumat (24/10),” kata Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Arifin saat dikonfirmasi di Batam, Rabu (29/10/2025).

Dengan naiknya status perkara, penyidik kini fokus mengusut pihak-pihak yang diduga bertanggung jawab atas insiden maut yang merenggut belasan nyawa tersebut.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Barelang Kompol Debby Tri Andrestian mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 43 saksi dari berbagai unsur terkait.

“Total sudah 43 saksi yang diperiksa,” ujar Debby.

Para saksi berasal dari pihak PT ASL Marine Shipyard, subkontraktor, manajemen kontraktor, hingga Dinas Ketenagakerjaan.

Sementara itu, informasi mengenai peningkatan status perkara ini juga disampaikan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin saat menerima kunjungan Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol. Ibnu Suhaendra di Mapolda Kepri.

Asep menegaskan, proses penyidikan masih berjalan dan belum ada penetapan tersangka lantaran penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor) Riau.

Kapolda Kepri menilai kasus ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan media nasional, terutama karena menyangkut aspek keselamatan kerja dan standar operasional (SOP) di lingkungan industri galangan kapal.

“Kasus ini menjadi perhatian luas, terutama terkait isu keselamatan kerja dan ketenagakerjaan di PT ASL Marine Shipyard,” ujar Asep.

Ia menekankan pentingnya penerapan SOP secara ketat dalam setiap kegiatan operasional agar insiden serupa tidak terulang.

Selain faktor teknis, Asep juga menyoroti kualitas sumber daya manusia di sektor perkapalan Batam. Ia menyebut sebagian besar pekerja lokal masih tergolong lulusan baru, sedangkan tenaga kerja berpengalaman banyak yang bekerja di luar negeri.

“Ini harus menjadi perhatian dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal,” kata Asep.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today