Prabowo Soroti PUBG Buntut Ledakan SMAN 72, DPR: Masalah Mental Lebih Mendesak

Prabowo Soroti PUBG Buntut Ledakan SMAN 72, DPR: Masalah Mental Lebih Mendesak

Diana Medium.jpeg

Rabu, 12 November 2025 – 13:46 WIB

Ilustrasi. Game online. (Foto: istock)

Ilustrasi. Game online. (Foto: istock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto meminta sekolah untuk lebih waspada terhadap pengaruh game online dan praktik perundungan di kalangan pelajar. Arahan ini menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Jumat lalu.

Permintaan ini disampaikan Presiden dalam rapat terbatas di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa Presiden menilai perlu ada langkah pembatasan dan pengawasan terhadap dampak game online di lingkungan pendidikan.

“Beliau tadi menyampaikan bahwa kita harus berpikir untuk membatasi dan mencari jalan keluar terhadap pengaruh dari game online,” ujar Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, pengaruh game online tidak bisa dianggap sepele karena dapat membentuk pola pikir agresif. Salah satu genre yang disorot karena mengandung unsur kekerasan adalah PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG).

“Misalnya PUBG, di situ mudah sekali mempelajari jenis-jenis senjata dan bentuk kekerasan. Ini bisa membuat anak terbiasa melihat kekerasan sebagai hal yang wajar,” tambahnya.

DPR: Pengawasan Mental Lebih Mendesak

Menanggapi arahan tersebut, Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP, TB Hasanuddin, menyatakan bahwa pembatasan akses game dan medsos bukanlah solusi tunggal.

“Bisa menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan, namun bukan solusi tunggal,” jelas Hasanuddin saat dihubungi inilah.com di Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Menurutnya, ada beberapa hal krusial lain yang justru lebih mendesak untuk segera dilakukan.

Pertama, ia mendesak agar persoalan psikologis dan isu kesehatan mental terkait tindak kekerasan di lingkungan sekolah segera diselesaikan.

Selain itu, Hasanuddin juga menekankan dua poin penting lainnya:

Pengawasan Konten: “Pengawasan orang tua dan pihak sekolah perlu diperkuat, terhadap konten-konten kekerasan dan ekstrimisme.”

Literasi Digital: “Meningkatkan literasi digital bagi orang tua dan tenaga kependidikan di sekolah, agar bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap konten negatif,” ujarnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today