Presiden RI Prabowo Subianto bersama Pimpinan Utama Forbes Steve Forbes di St. Regis, Jakarta Pusat. (Foto: Inilah.com/Vonita)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto mendapat ucapan selamat ulang tahun dari Pimpinan Utama Forbes, Steve Forbes, meski tanggal kelahiran Ketum Partai Gerindra itu baru besok, yakni 17 Oktober.
Ucapan ini disampaikan ketika Prabowo melakukan wawancara khusus dengan Steve Forbes dalam konferensi berjudul “A Meeting of Minds” di Hotel The St. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025) malam.
Awalnya, Steve Forbes menyinggung perihal satu tahun pemerintahan Prabowo di sesi awal wawancaranya. Ia kemudian memberikan ucapan ulang tahun kepada Prabowo yang jatuh pada 17 Oktober mendatang.
“Dan pada hari Jumat, Jumat ini, kita merayakan ulang tahun (anda). Dan karena saya lebih tua dari Anda, saya bisa menyebutkan, karena Anda terlihat muda bagi saya,” kata Steve Forbes.
Steve Forbes lantas menyoroti latar belakang pendidikan Prabowo yang menempuh studi di berbagai negara seperti Inggris, Swiss, dan Amerika Serikat.
Prabowo pun menjelaskan dirinya kerap kali berpindah sekolah lantaran kondisi politik dalam negeri saat itu tak dalam kondisi baik. Mengingat ayahnya, Prof. Soemitro Djojohadikusumo, tengah menjalani masa pengasingan politik.
“Saya rasa, saya mengikuti ayah saya, tentu saja, keluarga saya saat itu. Intinya, ayah saya sedang diasingkan. Jadi, beliau adalah penentang Presiden Soekarno,” ujar Prabowo.
“Jadi, ketika Presiden Soekarno berkuasa, ayah saya, karena alasan politik, meninggalkan negara ini dan kami pun mengikutinya. Jadi, ke mana pun ayah saya harus pergi, kami selalu bertemu,” lanjutnya.
Prabowo pun mengatakan hampir setiap dua tahun keluarganya saat itu berpindah ke negara baru. Ia juga menyebut Inggris menjadi negara terakhir yang disinggahi keluarganya sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.
“Pada tahun 1968, saya kembali ke Indonesia. Pada saat itu, tentu saja, terjadi perubahan politik. Presiden Soekarno digantikan oleh Presiden Soeharto. Ayah saya dipanggil kembali oleh Presiden Soeharto untuk bertugas di pemerintahan Presiden Soeharto,” paparnya.










