Mbappe akan melawan Yamal di semifinal Piala Dunia 2026 (foto:X/@FIFAWC26Updates)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Partai semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Timnas Prancis melawan Spanyol dinilai layak disebut sebagai final sesungguhnya di turnamen sepak bola paling bergengsi tersebut.
Pandangan itu disampaikan pengamat sepak bola nasional, Yusuf Kurniawan atau yang akrab disapa Bung Yuke, saat menjadi bintang tamu dalam program Arena Talk di YouTube Inilah.com.
Menurut Yuke, melihat rekam jejak pertemuan kedua tim dalam dua tahun terakhir, duel kali ini dipastikan berlangsung sangat ketat karena kualitas skuad keduanya relatif berimbang.
“Ya, kalau kita merunut pada dua pertemuan terakhir dalam dua tahun belakangan, memang Prancis selalu kalah sama Spanyol. Tapi kalahnya itu tight ya. Ada adu penalti juga di Nations League sama di Piala Eropa,” kata Yuke, Selasa (14/7/2026).
“Ya kan. 1-0 sama 2-2 terus kalau enggak salah, kalah adu penalti. Kalau dari situ, dengan mempertimbangkan pemain-pemain yang enggak jauh berbeda, saya kira ini pertandingan akan sangat super ketat. Inilah pertandingan yang sebenarnya kalau mau, apa dianalogikan, ini final sebenarnya sih,” ujarnya menambahkan.
Yuke menilai laga tersebut menjadi duel ideal karena mempertemukan dua filosofi sepak bola yang bertolak belakang.
Di satu sisi, Spanyol mengandalkan permainan kolektif dengan penguasaan bola yang mengalir. Sementara Prancis mengusung sepak bola yang lebih mengandalkan kekuatan fisik, kecepatan, dan efektivitas.
“Yang idealnya tuh ini, gitu loh. Karena mengusung dua karakter filosofi yang berbeda. Kalau Spanyol lebih mengandalkan kolektif dan permainan yang mengalir, hiburan, yang enak gitu kan dengan gayanya mereka. Sementara Prancis itu lebih mengandalkan ke power game,” katanya.
Lebih jauh, Yuke mengaku terkesan dengan performa Les Bleus saat menyingkirkan Maroko di babak perempat final. Menurutnya, Prancis tampil layaknya hiu yang langsung menerkam ketika mencium peluang sekecil apa pun.
“Mereka punya strength, terus mereka juga punya pemain-pemain Eropanya banyak, kan. Yang beredar di Liga Eropa. Dan kuat-kuat gitu, tetap aja gitu ketemu Prancis. Prancis itu gabungan antara kombinasi permainan tim sama individu-individu superstar gitu,” katanya.
“Dan mereka fluid jadi satu kesatuan gitu nah. Nah, kalau Spanyol kan memang tadi benar menyinggung Lamine Yamal ya, belum terlihat sinarnya. Karena tadi saya bilang, kalau kalau di satu tim itu bintangnya cuma satu dua, itu gampang jagainnya,” ujarnya lagi.
Yuke pun menilai keunggulan terbesar Prancis terletak pada banyaknya pemain bintang yang bisa menjadi pembeda. Kondisi itu membuat lawan kesulitan menentukan siapa yang harus mendapat penjagaan khusus.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












