Kepergian Putri Andriani Juficha meninggalkan duka bagi dunia pageant Indonesia. Perempuan yang akrab disapa Pijey tersebut meninggal dunia pada Jumat (14/8/2026), tepat di hari ulang tahunnya yang ke-26.
Kabar duka itu dikonfirmasi oleh pihak Miss Grand Indonesia melalui akun Instagram @missgrandindonesiaofficial pada Sabtu (15/8/2026). Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai penyebab meninggalnya Putri Juficha.
Di balik gelar dan prestasinya di panggung pageant, Pijey dikenal memiliki perjalanan yang cukup beragam. Ia bukan hanya aktif sebagai model, tetapi juga memiliki ketertarikan pada pendidikan, isu lingkungan, hingga musik.
Biodata Putri Andriani Juficha
– Nama lengkap: Putri Andriani Juficha
– Nama panggilan: Pijey
– Tempat, tanggal lahir: Manado, 14 Agustus 2000
– Zodiak: Leo
– Pendidikan: Sarjana Ilmu Komunikasi dan melanjutkan studi di Fakultas Hukum
– Pekerjaan: Model dan penyanyi
– Media Sosial: @pijeypj (Instagram)
Putri Andriani Juficha lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 14 Agustus 2000. Ia kemudian dikenal publik dengan nama panggilan Pijey.
Pijey juga dikenal sebagai sosok yang tidak berhenti mengejar pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Komunikasi, ia melanjutkan studinya di Fakultas Hukum.
Pilihan tersebut menunjukkan sisi lain Pijey yang tidak hanya berkutat di dunia hiburan dan pageant, tetapi juga memiliki ketertarikan pada bidang akademik.
Perjalanan Karier Putri Andriani Juficha
Nama Putri Juficha mulai dikenal setelah dirinya mengikuti Miss Grand Indonesia 2025. Dalam ajang tersebut, Pijey berhasil meraih posisi Runner-Up.
Ia pun ditunjuk oleh Organisasi Putri Nusantara untuk mewakili Indonesia pada kontes kecantikan internasional Miss Earth 2025 yang diselenggarakan di Manila, Filipina. Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil membawa pulang penghargaan khusus berupa Best Social Project atas advokasi lingkungan yang diusungnya.
Sebagai seorang pageant, Pijey juga dikenal memiliki perhatian terhadap isu lingkungan. Ia terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian terhadap bumi, mulai dari kampanye pengurangan sampah, pelestarian sungai, hingga edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Tak berhenti di dunia pageant, Pijey juga sempat menjajal bidang musik. Ia diketahui pernah merilis lagu berjudul “Mati Saja”.
Beragam aktivitas tersebut menjadi bagian dari perjalanan Putri Juficha sebelum akhirnya ia berpulang. Kepergiannya di usia yang masih sangat muda membuat sosok Pijey dikenang bukan hanya karena mahkota dan prestasinya, tetapi juga karena berbagai hal yang ia perjuangkan di luar panggung pageant.













