Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap dua perusahaan terbesar pengelola baja yakni PT PSM dan PT PSI di Kawasan Milenium, Kabupaten Tangerang, Banten pada Kamis (5/2/2026). (Foto: Antara/Azmi Samsul M).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Danantara Indonesia masih keberatan untuk menggelontorkan dividen Rp120 triliun ke brankas negara.
Dia mengaku, Danantara Indonesia belum mengetahui adanya setoran tersebut. “Ah, dia katanya bilang, ‘saya nggak tahu’. Tapi itu perintah presiden. Danantara yang janji ke presiden,” ujar Purbaya, di Jakarta, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Meskipun begitu, Purbaya memastikan keuntungan tersebut akan tetap masuk ke negara. Hal tersebut juga merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
“Kita masih punya sumber-sumber lain yang bisa kita manfaatkan sebagai sumber pemasukan baru. Salah satu yang agak kelihatan dari jauh, kelihatannya Danantara tuh. Kita akan masukkan ke PNBP situ walaupun mereka masih protes, tapi perintah Bapak Presiden,” kata dia.
Bendahara negara itu menyebut, nantinya dana tersebut akan masuk ke cadangan anggaran pemerintah sehingga ruang fiskal tetap terjaga.
“Sebagian keuntungan Danantara dijadikan cadangan anggaran pemerintah. Jadi kita aman, ruang fiskal tetap terjaga,” tuturnya.
Sebelumnya, Purbaya mengatakan, BPI Danantara akan menyetorkan dividen sebesar Rp120 triliun ke kas negara. Dia mengatakan, setoran tersebut merupakan putusan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
“Sekitar Rp120 triliun. Kalau untuk yang diputuskan oleh Presiden,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Bendahara negara itu mengatakan, dividen tersebut akan meringankan kondisi APBN. Dia pun menyebut bahwa setoran dividen tahun ini lebih besar dari yang sebelumnya.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma dapat Rp90 triliun dari dividen. Kalau meningkat ke Rp120 kan bagus. Jadi saya tidak rugi. Pemerintah tidak rugi. Pendapatan tidak merugi, malah nambah. Dan harapannya ke depan untungnya lebih besar lagi,” kata dia.
Namun, saat ditanya apakah pada tahun depan setoran dividen akan meningkat, dia tidak dapat memastikan. Dia pun menyebut bahwa dana tersebut akan masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya. “Belum. Ini tergantung kebijakan Pak Presiden. Tapi yang jelas itu kan bagus dengan keuntungannya meningkat,” ucapnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











