Gianni Infantino tampil di Global Citizen Festival 2025 di Great Lawn, Central Park, pada 27 September 2025 di New York City. (Foto: Taylor Hill/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) menolak seruan untuk menangguhkan keikutsertaan tim nasional dan klub Israel dari seluruh kompetisi internasional di tengah agresi militer yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya “tidak bisa menyelesaikan masalah geopolitik”, melainkan harus mempromosikan nilai-nilai pemersatu dan kemanusiaan yang dibawa sepak bola.
“FIFA tidak bisa menyelesaikan masalah geopolitik, tapi kami harus terus mengedepankan nilai-nilai edukatif, budaya, dan kemanusiaan dari sepak bola yang menyatukan, bukan memecah,” kata Infantino dalam pertemuan Dewan FIFA di Zurich pekan lalu, seperti dikutip Senin (6/10/2025).
Pernyataan itu muncul setelah sejumlah federasi Eropa — termasuk Norwegia dan Turki — mendesak agar Israel diskors dari pertandingan internasional akibat operasi militer brutalnya di Gaza yang telah menewaskan ribuan warga sipil, termasuk anak-anak.
Namun, FIFA memilih tidak memasukkan isu tersebut dalam agenda resmi pertemuan. Langkah ini memicu kecaman dari aktivis HAM dan sejumlah pejabat olahraga yang menilai FIFA menerapkan standar ganda, mengingat badan yang sama pernah menjatuhkan sanksi total kepada Rusia pada 2022 usai invasi ke Ukraina.
Infantino diketahui juga mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina, Jibril Rajoub, di mana ia memuji keteguhan pihak Palestina namun tidak mengumumkan langkah baru terkait dua penyelidikan FIFA terhadap keterlibatan Israel dalam pertandingan yang digelar di wilayah pendudukan.
Di sisi lain, Amerika Serikat — salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 — menyatakan dukungannya untuk mempertahankan posisi Israel di dunia sepak bola. Dukungan ini dinilai memperkecil peluang pengambilan keputusan tegas dari FIFA.
FIFA hanya mengeluarkan pernyataan singkat yang menyebut “situasi yang sedang berlangsung di Gaza” tanpa menyebut nama Israel secara eksplisit, sebuah tindakan yang menuai kritik karena dianggap mengabaikan akar permasalahan.
Kedekatan Infantino dengan mantan Presiden AS Donald Trump juga kembali disorot. Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini meluncurkan “proposal perdamaian” di Washington yang justru dinilai bias terhadap Israel.
Di sisi lain, Qatar — negara yang selama ini vokal mendukung perjuangan rakyat Palestina — turut hadir dalam pertemuan di Zurich, diwakili oleh Nasser Al-Khelaifi, Presiden Paris Saint-Germain sekaligus pejabat senior pemerintah Qatar.
Sementara itu, tim nasional Israel dijadwalkan tetap menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Norwegia dan Italia bulan ini. Di tengah situasi itu, pejabat Palestina kembali menyerukan akuntabilitas dan mendesak FIFA untuk bertindak atas dasar keadilan.
Namun hingga kini, FIFA belum menetapkan tenggat waktu penyelesaian investigasi terkait Israel — sikap diam yang, bagi banyak pengamat, mempertegas kesan keberpihakan dan impunitas dalam dunia sepak bola global.














