RI Desak PBB Investigasi Tewasnya 4 Prajurit TNI Akibat Serangan Brutal Israel

RI Desak PBB Investigasi Tewasnya 4 Prajurit TNI Akibat Serangan Brutal Israel

Nebby Medium.jpeg

Sabtu, 25 April 2026 – 22:34 WIB

Praka Rico Pramudia. (Foto: Instagram/@kemhanri)

Praka Rico Pramudia. (Foto: Instagram/@kemhanri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah Indonesia kembali mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait gugurnya prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon.

Desakan itu disampaikan menyusul wafatnya Praka Rico Pramudia, anggota kontingen Indonesia dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang sebelumnya menjalani perawatan intensif setelah insiden serangan pada akhir Maret 2026.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, mengatakan pemerintah memberikan penghormatan tertinggi kepada almarhum serta tengah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL untuk proses pemulangan jenazah.

“Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” jelas Nabyl.

Dalam kesempatan yang sama, Indonesia juga kembali mengecam serangan yang menyebabkan jatuhnya korban dari pasukan penjaga perdamaian.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan personel misi perdamaian PBB harus menjadi prioritas dan tidak bisa ditawar. Serangan terhadap mereka dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, bahkan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata Nabyl.

Dengan gugurnya Praka Rico, jumlah prajurit TNI yang meninggal dalam misi UNIFIL dalam sebulan terakhir bertambah menjadi empat orang.

Sebelumnya, Praka Farizal Romadhon gugur akibat serangan artileri pada 29 Maret 2026, dalam insiden yang sama yang menyebabkan Praka Rico mengalami luka berat.

Sehari berselang, dua prajurit lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, juga dilaporkan gugur saat konvoi yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29–30 Maret hingga 3 April itu juga menyebabkan sejumlah personel TNI lainnya mengalami luka.

Eskalasi konflik di Lebanon tidak hanya berdampak pada Indonesia. Dalam periode yang sama, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas dalam misi UNIFIL akibat serangan pada 18 April.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today