Rupiah Nyungsep Rp17.800 per Dolar AS, Purbaya Jamin APBN 2026 Tetap Aman

Rupiah Nyungsep Rp17.800 per Dolar AS, Purbaya Jamin APBN 2026 Tetap Aman

Clara Medium.jpeg

Kamis, 28 Mei 2026 – 04:09 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DP), Jakarta, Rabu (27/5/2026). (Foto: ANTARA/Bayu Saputra).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa di Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DP), Jakarta, Rabu (27/5/2026). (Foto: ANTARA/Bayu Saputra).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.800 per dolar AS tidak membuat pemerintah harus merevisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menurut dia, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya sudah melakukan simulasi terhadap berbagai skenario ekonomi, termasuk saat harga minyak dunia menyentuh 100 dolar AS per barel.

“Sudah kami hitung. Saat simulasi harga minyak 100 dolar AS per barel, asumsi rupiahnya juga sudah diperhitungkan. Jadi enggak ada masalah, saya enggak perlu hitung ulang APBN,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Ia juga menilai kondisi pasar obligasi masih terkendali meski rupiah berada di bawah tekanan. Menurutnya, pemerintah melakukan langkah stabilisasi melalui pembelian kembali (buyback) obligasi agar imbal hasil (yield) tetap terjaga.

“Tapi begini, walaupun rupiah melemah, yield bond justru turun. Karena ada aksi pemerintah, teman-teman di Direktorat Jenderal Perbendaharaan melakukan sedikit pembelian supaya yield tetap terkendali,” katanya.

Purbaya menilai stabilitas pasar obligasi menjadi faktor penting untuk menjaga minat investor asing terhadap aset domestik.

“Selama bond market terkendali, kemampuan investor asing untuk masuk ke obligasi kita juga tetap terjaga. Kita sudah mulai melihat ada aliran modal asing yang masuk ke pasar,” ujarnya.

Selain itu, Bendahara Negara tersebut mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperkuat rupiah.

“Ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang membantu mengangkat rupiah secara signifikan,” kata dia.

Meski rupiah terus melemah, Purbaya menilai kondisi itu tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang, menurut dia, masih relatif kuat.

“Ini terjadi padahal fundamental ekonomi kita bagus. Sebetulnya enggak masuk akal. Biasanya mata uang melemah kalau ada gangguan fundamental ekonomi,” ucapnya.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah 0,20 persen ke level Rp17.830 per dolar AS. Sejumlah analis bahkan memprediksi rupiah masih berpotensi tertekan hingga menembus Rp18.000 per dolar AS. Mudah-mudahan salah. 
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 5 times, 1 visit(s) today