Komitmen dan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina kembali digaungkan secara lantang, kali ini melalui media visual yang menyentuh hati. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia pada Senin (24/11/2025) resmi membuka pameran foto bertajuk ‘Faces of Palestine‘ di pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Pameran ini diselenggarakan sebagai bagian integral dari program Palestine Solidarity Week 2025, yang bertepatan dengan peringatan International Day of Solidarity with the Palestinian People yang jatuh setiap tanggal 29 November.
Tujuannya jelas: meningkatkan kesadaran kemanusiaan dan memperkuat dukungan publik nasional terhadap rakyat Palestina.
Merekam Realitas di Balik Konflik
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Heru Subolo yang meresmikan pembukaan pameran, menjelaskan bahwa lebih dari 30 foto telah dikurasi secara ketat untuk ditampilkan kepada publik. Kurasi visual ini memiliki narasi yang kuat dan humanis, jauh dari sekadar statistik perang.
“Foto-foto ini merekam realitas kemanusiaan di Palestina, termasuk potret anak-anak, perempuan, dan masyarakat sipil; situasi lapangan serta dampak konflik,” jelas Heru.
Selain menampilkan penderitaan, pameran ini juga menyoroti rangkaian upaya diplomatik, solidaritas publik, bantuan kemanusiaan, dan dukungan politik sistematis yang telah diberikan Indonesia bagi Palestina.
Heru menambahkan, ruang edukatif seperti pameran foto ini sangat positif bagi publik Indonesia untuk memahami lebih dekat situasi rakyat Palestina, sekaligus memperkuat solidaritas kemanusiaan nasional.
Diplomasi Jalanan dan Harapan PBB
Kepala Perwakilan PBB di Indonesia, Gita Sabharwal, yang turut hadir dalam pembukaan, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Kemlu. Ia menyebut bahwa diplomasi Indonesia tidak hanya berjalan melalui forum-forum internasional resmi, tetapi juga melalui gerakan kemanusiaan dan partisipasi aktif masyarakat.
“Pameran ‘Faces of Palestine’ menjadi salah satu wujud nyata dari peran aktif Indonesia dalam membumikan isu Palestina di kalangan publik,” ujar Gita.
Penghargaan serupa disampaikan oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair S.M. Al-Shun. Ia menekankan betapa Palestina sangat menghargai solidaritas dan dukungan yang tak pernah padam dari masyarakat Indonesia.
Zuhair juga memanfaatkan momen ini untuk kembali menyuarakan perlunya hak untuk hidup, merasa aman, dan terbebas dari penjajahan bagi rakyatnya.
Tiga Pesan Utama dan Dinding Harapan
Pameran ini merupakan aksi kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari lembaga kemanusiaan, media nasional (LKBN ANTARA), media internasional, UN Resident Coordinator Office, Satgas Garuda Merah Putih-II, hingga KBRI Amman dan KBRI Kairo.
Melalui visual yang kuat, pameran ini mengangkat tiga pesan inti:
1. Recognizing Our Shared Humanity: Mengajak publik merasakan penderitaan rakyat Palestina sebagai sesama manusia.
2. A Call for Empathy and Compassion: Menekankan pentingnya solidaritas dan kontribusi nyata, termasuk yang dilakukan Indonesia.
3. Hope That Lights the Way: Menyoroti ketangguhan luar biasa dan harapan rakyat Palestina di tengah situasi yang sangat sulit.
Sebagai bentuk partisipasi, pengunjung diundang untuk menuliskan pesan dukungan mereka di Wall of Hopes. Dinding ini menjadi simbol harapan kolektif Indonesia menuju keadilan, kemerdekaan, dan masa depan yang damai bagi Palestina.
Aksi ini menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina adalah dukungan yang mengakar kuat di hati sanubari warganya.














