Tensi jelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis sudah mulai memanas. Bintang muda Tim Nasional Spanyol, Lamine Yamal, melemparkan psywar dengan menyatakan keyakinannya bahwa La Furia Roja mampu kembali menyingkirkan Prancis, sama seperti yang mereka lakukan di ajang Euro 2024.
Kepercayaan diri pemain berusia 18 tahun itu tengah melambung tinggi usai Spanyol memastikan tiket ke babak empat besar dengan mengalahkan Belgia 2-1 pada laga perempat final di Los Angeles, Jumat (10/7) waktu setempat.
Mengingatkan Memori Pahit Euro 2024 dan UNL 2025
Yamal dengan tegas menyatakan bahwa sejarah pertemuan kedua tim belakangan ini lebih berpihak kepada Spanyol, sehingga tekanan psikologis seharusnya berada di kubu Prancis.
“Jika ada (tim) yang seharusnya merasa takut, itu adalah mereka. Kami menyingkirkan mereka dari ajang Euro (2024),” tegas Yamal pascapertandingan melawan Belgia, seperti dilansir dari The Athletic.
Pernyataan Yamal bukan isapan jempol belaka. Selain mendepak Les Bleus di semifinal Euro 2024, skuad asuhan Luis de la Fuente itu juga sukses menyingkirkan Prancis di babak semifinal UEFA Nations League tahun 2025 lalu.
Adu Kuat Pertahanan Spanyol vs Ketajaman Lini Serang Prancis
Duel yang akan digelar di Dallas pada Selasa (14/7) sore waktu setempat ini diprediksi akan berjalan sangat sengit, mengingat kedua tim memiliki gaya permainan dan statistik yang kontras di turnamen ini.
Prancis melaju ke semifinal dengan rekor serangan yang sangat mematikan. Dimotori oleh Kylian Mbappe—yang baru saja menyamai rekor 20 gol Piala Dunia milik Lionel Messi usai membungkam Maroko 2-0—Prancis sukses mencetak total 16 gol dan hanya kebobolan 2 gol di sepanjang turnamen.
Di sisi lain, Spanyol tampil sangat solid di lini belakang. Faktanya, gawang Unai Simon sama sekali belum pernah kebobolan satu gol pun di Piala Dunia 2026 hingga akhirnya kemasukan satu gol saat menang 2-1 atas Belgia (lewat gol Fabian Ruiz dan Mikel Merino) pada Jumat kemarin.
Yamal sendiri telah mencatatkan namanya dalam buku sejarah di fase grup lalu dengan mencetak gol ke gawang Arab Saudi. Gol tersebut menjadikannya sebagai pemain termuda sejak Pele (1958) yang sukses mencetak gol di pertandingan Piala Dunia. Meski belum menambah pundi-pundi gol atau assist-nya, pergerakan Yamal tetap menjadi ancaman nyata, termasuk saat menciptakan sejumlah peluang emas saat melawan Belgia.
Siapa pun yang keluar sebagai pemenang dalam laga “final kepagian” antara Prancis atau Spanyol ini akan melangkah ke partai puncak untuk menghadapi pemenang dari bagan semifinal lainnya. Slot tersebut masih diperebutkan dalam laga hari Sabtu ini, yang mempertemukan Norwegia vs Inggris di Miami, serta juara bertahan Argentina vs Swiss di Kansas City.












