Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (2/10/2025). (Foto: Inilah.com/Harris)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menilai persoalan yang dihadapi para pemain Timnas Indonesia di Belanda bersama klubnya lebih bersifat teknis administratif dan berkaitan dengan regulasi setempat.
Ia menegaskan, situasi tersebut tidak berdampak terhadap status para pemain dalam memperkuat Timnas Indonesia.
“Mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di Belanda,” kata Sumardji dalam keterangan resmi PSSI, Jumat (3/4/2026).
Diketahui, saat ini empat pemain Timnas Indonesia terdampak masalah pasporgate. Bermula dari kasus Dean James yang membela Go Ahead Eagles, tiga nama pemain Garuda lainnya ikut terseret, yaitu Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
James, Justin, Nathan, dan Geypens masuk daftar 25 pemain yang dirilis oleh Dinas Imigrasi Naturalisasi Belanda pada Rabu lalu sebagai pemain yang bermasalah soal izin kerja.
Sanksi internal yang dijatuhkan klub kepada keempatnya terbilang tegas. Mereka tidak hanya dilarang tampil dalam pertandingan resmi kompetisi, tetapi juga tidak diperkenankan mengikuti sesi latihan bersama tim. Para pemain ini baru diizinkan kembali beraktivitas secara normal setelah status legalitas mereka tuntas sepenuhnya.
Sementara itu, tiga pemain tim Garuda lainnya yang juga bermain di Belanda, Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Miliano Jonathans (Excelsior), dan Mees Hilgers (FC Twente) tidak masuk dalam daftar tersebut.
Khusus Paes yang baru didatangkan Ajax di putaran kedua, dikabarkan namanya tak terseret kasus masalah paspor karena kejelian administrasi klubnya.
Penjaga gawang yang sebelumnya membela FC Dallas itu tidak terseret skandal karena manajemen Ajax sudah mengontrak Paes dengan status resmi sebagai pemain non-Uni Eropa sejak awal.
Awal Mula Kisruh ‘pasporgate’
Melansir laporan dari media terkemuka Belanda, Algemeen Dagblad (AD), skandal ini mencuat setelah Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND) merilis daftar 25 pemain putra dan putri yang status izin kerjanya dianggap tidak sinkron dengan paspor yang mereka pegang saat ini.
Masalah administratif ini pertama kali meledak dan menjadi konsumsi publik melalui sebuah siniar (podcast) bertajuk De Derde Helft. Dalam salah satu episodenya, disebutkan bahwa Dean James telah melanggar aturan izin kerja pemain asing lantaran statusnya kini memegang paspor Indonesia, yang notabene adalah negara non-Uni Eropa (Non-EU), namun belum ada penyesuaian kontrak dan izin kerja yang sesuai dengan standar regulasi tersebut.
Isu dari siniar itu sontak memicu reaksi berantai. Manajemen NAC Breda, klub yang baru saja dipermak 0-6 oleh Go Ahead Eagles, langsung mengirimkan surat protes resmi ke operator liga untuk menggugat status legalitas Dean James di laga tersebut. Breda secara terang-terangan menuntut agar pertandingan diulang.
Langkah provokatif Breda ini langsung ditiru oleh klub-klub lain. Tilburg, yang sebelumnya ditaklukkan Willem II (klub Nathan Tjoe-A-On), turut mencari celah potensi tanding ulang. Hingga berita ini diturunkan, pihak Go Ahead Eagles, Fortuna Sittard, dan FC Emmen belum memberikan tanggapan resmi terkait nasib pemainnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














