Suntikan Dana Rp23,6 Triliun, Garuda Indonesia Fokus Selamatkan Citilink

Suntikan Dana Rp23,6 Triliun, Garuda Indonesia Fokus Selamatkan Citilink

syahidan.jpg

Minggu, 9 November 2025 – 13:32 WIB

Ilustrasi armada pesawat Garuda Indonesia dan Citilink. (Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Ilustrasi armada pesawat Garuda Indonesia dan Citilink. (Foto: Dok. Garuda Indonesia)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Garuda Indonesia resmi melaksanakan private placement senilai Rp23,67 triliun dengan menerbitkan 315,61 miliar saham baru seri D seharga Rp75 per saham. Dana besar ini berasal dari dua sumber, yaitu setoran modal Danantara Asset Management sebesar Rp17,02 triliun dan konversi pinjaman dari pemegang saham senilai Rp6,65 triliun.

Adapun alokasinya, sekitar 37 persen dari total dana akan digunakan untuk mendukung operasional Garuda, termasuk biaya perawatan pesawat hingga tahun 2026. Sementara 63 persen sisanya dialokasikan untuk menyelamatkan Citilink melalui penambahan modal serta pelunasan utang bahan bakar kepada Pertamina yang mencapai USD225 juta.

Wakil Direktur Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyampaikan, setelah menerima suntikan modal baru sebesar USD1,4 miliar atau sekitar Rp23,6 triliun, perusahaan akan mencatat ekuitas positif mencapai USD349 juta. Dana tersebut akan resmi dicairkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Rabu (12/11/2025).

Ia menambahkan, setelah proses Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) ini rampung, Garuda Indonesia telah menyiapkan 11 langkah transformasi bisnis untuk memperkuat kinerja perusahaan.

“Dirancang untuk memperkuat fundamental usaha, meningkatkan produktivitas, serta memastikan keberlanjutan kinerja perseroan dalam jangka panjang,” katanya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Minggu (9/11/2025).

Thomas menjelaskan, skema PMTHMETD dipilih karena mendesak untuk memulihkan ekuitas perusahaan agar kembali positif. Ia menegaskan, langkah ini penting dilakukan guna mempercepat proses pemulihan dan restorasi armada.

“Memperhatikan kondisi perseroan yang memerlukan perbaikan posisi keuangan, pemilihan mekanisme PMTHMETD menjadi skema yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan perseroan,” katanya.

Namun, suntikan modal dari Danantara mengalami penurunan, dari sebelumnya Rp29,8 triliun menjadi USD1,4 miliar atau sekitar Rp23,6 triliun. Penyesuaian terkait Penambahan Penyertaan Modal ini diterima Garuda dari Danantara pada 29 Oktober 2025.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today