Tim Capai Lokasi Jatuhnya Helikopter di Sekadau, Evakuasi Tunggu Pagi

Tim Capai Lokasi Jatuhnya Helikopter di Sekadau, Evakuasi Tunggu Pagi

Nebby Medium.jpeg

Kamis, 16 April 2026 – 22:12 WIB

Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto bersama sejumlah tim pencari dari TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian (TKP). di Nanga Taman. (Foto: Antara/HO- Polres Sekadau).

Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto bersama sejumlah tim pencari dari TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat telah berhasil mencapai titik lokasi kejadian (TKP). di Nanga Taman. (Foto: Antara/HO- Polres Sekadau).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Proses evakuasi korban helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, belum dapat dilakukan pada Jumat malam. Tim gabungan memutuskan menunda evakuasi hingga keesokan hari karena kondisi medan dan keterbatasan jarak pandang.

Kabagops Polres Sekadau AKP Sugiyanto menyampaikan, tim sebenarnya telah berhasil mencapai lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya helikopter. Namun, situasi di lapangan tidak memungkinkan untuk langsung melakukan evakuasi.

“Tim sudah berada di lokasi jatuhnya helikopter. Namun karena kondisi gelap dan medan yang terjal, evakuasi belum memungkinkan dilakukan malam ini,” kata Sugiyanto kepada wartawan, di Nanga Taman, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, tim gabungan terdiri dari unsur TNI, Basarnas, BPBD, Lantas Hutan (LTH), Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sekadau, pemadam kebakaran, serta masyarakat setempat. Seluruh unsur tersebut telah tiba di sekitar lokasi kejadian.

Saat ini, tim memilih bermalam di sekitar titik lokasi sambil menunggu kondisi yang lebih aman untuk melanjutkan proses evakuasi.

“Kami bivak terlebih dahulu di atas bukit. Besok pagi evakuasi akan dilakukan dengan menggunakan peralatan yang saat ini sudah mulai dikirim ke lokasi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pontianak I Made Junetra menyebut adanya indikasi temuan serpihan helikopter berdasarkan pemantauan dari udara.

“Setelah briefing, kami menerima informasi awal adanya serpihan di titik koordinat yang telah diidentifikasi. Namun ini masih berdasarkan pengamatan dari udara,” kata Junetra.

Upaya pencarian melalui jalur udara telah dilakukan beberapa kali guna memastikan titik lokasi. Meski demikian, operasi sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca serta faktor keselamatan penerbangan.

Di sisi lain, tim darat yang dipimpin on-scene commander (OSC) dari Sintang terus bergerak mendekati titik koordinat meskipun harus menghadapi medan berat berupa tebing curam dan vegetasi lebat.

“Tim di lapangan terus berupaya mendekati titik koordinat meski kondisi medan cukup menantang,” ujarnya.

Untuk mendukung proses evakuasi, Basarnas telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian terkait kesiapan tim Disaster Victim Identification (DVI). Selain itu, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan ambulans juga telah disiapkan.

Posko utama turut didirikan di Pontianak sebagai pusat koordinasi sekaligus layanan informasi bagi keluarga korban.

Helikopter jenis Airbus H130 tersebut diketahui mengangkut delapan orang, terdiri dari Kapten Marindra W sebagai pilot, Harun Arasyd sebagai co-pilot, serta enam penumpang yakni Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.

Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi, pada pukul 07.34 WIB. Pesawat tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak pada pukul 08.39 WIB saat dalam perjalanan menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih menunggu pelaksanaan pada hari berikutnya dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel di lapangan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 8 times, 1 visit(s) today