Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Gianni Infantino di New York, Amerika Serikat, pada Rabu, 24 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Putra Mahkota Johor sekaligus pemilik Johor Darul Ta’zim (JDT), Tunku Ismail Idris, buka suara terkait skandal sanksi FIFA kepada Malaysia akibat pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi.
Dalam pernyataannya, ia menyinggung adanya keterlibatan pihak eksternal, bahkan secara tersirat mengaitkannya dengan Indonesia.
Tunku Ismail mempertanyakan perubahan sikap FIFA yang semula menyetujui kelayakan pemain warisan, namun kemudian menjatuhkan hukuman berat kepada FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia).
“FIFA awalnya setuju, tapi kenapa berubah sekarang? Adakah pihak eksternal terlibat? FIFA cepat rilis ke publik meski proses banding belum selesai. Siapa yang di New York? Saya harap FAM segera ajukan banding. Kami tak takut pada mereka yang khawatir kebangkitan Harimau Malaya. Kami akan melawan. Berani karena benar,” kata Tunku Ismail.
Sindir Pertemuan Prabowo–Infantino
Pernyataan Tunku Ismail memicu spekulasi lantaran ia menyebut “pihak di New York.” Hal ini ditafsirkan publik sebagai sindiran terhadap pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di New York pada sela Sidang Umum PBB, beberapa hari lalu.
Meski tidak menyebut langsung nama Indonesia, komentar tersebut dianggap sebagai tuduhan terselubung bahwa Indonesia memiliki peran dalam menguatkan laporan terhadap Malaysia di FIFA.
Malaysia Kena Sanksi Berat
Seperti diketahui, FIFA melalui Komite Disiplin menjatuhkan denda CHF 350.000 (Rp7,3 miliar) kepada FAM dan menghukum tujuh pemain naturalisasi Malaysia dengan skorsing 12 bulan.
Ketujuh pemain itu adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Garcés, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, João Figueiredo, Jon Irazábal, dan Héctor Hevel.
Mereka diduga menggunakan dokumen palsu untuk tampil pada laga Malaysia vs Vietnam di kualifikasi Piala Asia 2027, 10 Juni 2025.
FAM Ajukan Banding
FAM telah menyatakan akan menempuh jalur banding melalui FIFA dan, jika perlu, membawa kasus ini ke CAS (Court of Arbitration for Sport).
Sementara itu, komentar Tunku Ismail diyakini akan semakin memanaskan tensi antara Indonesia dan Malaysia di tengah persaingan kualifikasi Piala Asia 2027.













