Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama, Menag Serukan ‘Kurikulum Cinta’ Rawat Kebinekaan

Tokoh Lintas Agama Gelar Doa Bersama, Menag Serukan ‘Kurikulum Cinta’ Rawat Kebinekaan

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 20 Oktober 2025 – 02:25 WIB

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kanan), berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) disela sela launching logo serta kick off Hari Santri Nasional 2025 di Ponpes Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/9/2025). (Foto: Antara)

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kanan), berbincang dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kiri) disela sela launching logo serta kick off Hari Santri Nasional 2025 di Ponpes Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (22/9/2025). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Sejumlah tokoh lintas agama, pejabat publik, dan tokoh nasional menggelar Doa Bersama Lintas Agama di Jakarta, Sabtu (18/10/2025). Acara yang digagas Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) ini bertujuan untuk mendoakan persatuan bangsa dan memperkuat nilai-nilai kebinekaan.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, yang hadir sebagai pembicara utama, menekankan pentingnya “kurikulum cinta” sebagai pedoman kehidupan agar perbedaan dapat dirangkai menjadi kekuatan bersama.

“Kurikulum cinta perlu ditata sedemikian rupa, bagaimana supaya perbedaan ini diramu menjadi sebuah lukisan. Kebinekaan ini adalah lukisan Tuhan, tidak boleh ada siapa pun yang merusaknya,” ujar Menag.

Dalam acara yang diawali dengan doa oleh perwakilan enam agama resmi di Indonesia itu, Menag juga mengajak masyarakat untuk memperbanyak ruang spiritualitas dan tempat ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Makin banyak tempat-tempat berdoa kepada Tuhan, itu lebih baik daripada rumah-rumah preman yang mengajak orang menjauhi Tuhan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Formas, Hasyim Djojohadikusumo, menyoroti pentingnya kolaborasi dan persatuan nasional di tengah potensi polarisasi. Ia juga mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, namun memberikan peringatan keras.

“Saya bangga terhadap Presiden RI Prabowo Subianto atas berbagai kemajuan yang dicapai. Namun, kita tetap harus waspada terhadap praktik korupsi,” kata Hasyim.

Ia juga mendorong publik untuk terus mengawal program-program pemerintah, seperti Sekolah Rakyat, untuk memperbaiki nasib jutaan anak bangsa.

Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Mahfud MD, dan Habib Luthfi bin Yahya. Ketua Panitia Doa Bersama Formas, Serian Wijatno, menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar spiritual untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today