Boneka Labubu. (Foto: Shutterstock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Gempita perayaan Natal dan Tahun Baru sudah di depan mata. Bagi orang tua, musim liburan bukan sekadar momen berkumpul keluarga, tetapi juga waktu untuk memenuhi ‘daftar keinginan’ sang buah hati. Tahun ini, selera anak-anak rupanya kian beragam, memadukan antara mainan klasik dan teknologi mutakhir.
Sebuah survei terbaru dari Intuit Credit Karma terhadap lebih dari 1.000 orang dewasa memotret tren kado yang paling diburu anak-anak musim ini. Hasilnya cukup mengejutkan; nama besar seperti Barbie dan Lego bersaing ketat dengan perangkat canggih seperti iPhone 17 hingga cincin pintar Oura.
Mainan Klasik vs Teknologi Tinggi
Berdasarkan data survei tersebut, mainan tradisional masih memegang takhta tertinggi. Sebanyak 54 persen orang tua melaporkan bahwa anak-anak mereka meminta kado berupa Barbie, Lego, atau mainan pereda stres (stress relief toys).
Namun, penetrasi teknologi tak bisa dibendung. Hampir separuh responden (47 persen) menyebut gadget adalah incaran utama. iPhone 17, konsol Nintendo Switch, hingga Apple Watch menjadi impian anak-anak zaman now. Menariknya, tren gaya hidup sehat juga mulai merambah usia muda dengan munculnya permintaan untuk Oura Ring.
Tak hanya barang fisik, tiket hiburan pun naik daun. Sekitar 32 persen orang tua mengaku anak-anak mereka lebih memilih pengalaman berharga, seperti tiket konser musik atau pertandingan olahraga.
Fenomena Labubu Belum Padam
Meskipun beberapa analis menyebut popularitas boneka Labubu mulai melandai sejak musim gugur lalu, nyatanya ‘demam’ koleksi unik ini masih terasa. Sebanyak 28 persen anak-anak masih memasukkan Labubu, Sonny Angels, atau blind box lainnya ke dalam daftar kado idaman mereka.
Selain itu, pakaian bermerek seperti Lululemon dan Brandy Melville juga menjadi primadona bagi segmen remaja yang ingin tampil trendi di momen pergantian tahun.
Bijak Mengelola Kantong
Menanggapi fenomena ini, para pakar keuangan mengingatkan para orang tua untuk tidak terjebak dalam tekanan sosial. Memberi kado memang bentuk kasih sayang, namun jangan sampai merusak kesehatan finansial keluarga.
“Meskipun Anda merasa harus bermurah hati, pemberian hadiah jangan pernah sampai mengorbankan kesejahteraan finansial Anda,” tegas Erika Rasure, kepala penasihat kesejahteraan finansial di Beyond Finance.
Senada dengan itu, para ahli menyarankan agar orang tua lebih selektif dan menghindari pembelian impulsif. Menetapkan anggaran yang nyaman sejak awal adalah kunci agar keceriaan Natal tidak berubah menjadi beban utang di awal tahun baru.














