Tumpul di Derby Turin, Spalletti: Juventus Harus Lebih Kreatif dan Cepat!

Tumpul di Derby Turin, Spalletti: Juventus Harus Lebih Kreatif dan Cepat!

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 9 November 2025 – 05:00 WIB

Luciano Spalletti, Pelatih Kepala Juventus, mengamati pertandingan fase grup Liga Champions UEFA 2025/26 MD4 antara Juventus dan Sporting Clube de Portugal di Stadion Juventus pada 4 November 2025 di Turin, Italia. (Foto: Stefano Guidi/Getty Images)

Luciano Spalletti, Pelatih Kepala Juventus, mengamati pertandingan fase grup Liga Champions UEFA 2025/26 MD4 antara Juventus dan Sporting Clube de Portugal di Stadion Juventus pada 4 November 2025 di Turin, Italia. (Foto: Stefano Guidi/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengaku kecewa dengan hasil imbang tanpa gol timnya melawan Torino pada Derby della Mole, Sabtu (8/11) malam, namun menegaskan masih optimistis dengan arah permainan Bianconeri. 

Spalletti bahkan memberi sinyal akan mengubah sistem permainan setelah jeda internasional, sambil menegaskan pesan khusus untuk wonderkid Turki, Kenan Yildiz.

Dalam laga yang berlangsung di Allianz Stadium, Juventus gagal menembus pertahanan rapat Torino meski mendominasi penguasaan bola. Hasil ini membuat Spalletti hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan awalnya bersama Si Nyonya Tua — menang 2-1 atas Cremonese, imbang 1-1 lawan Sporting CP di Liga Champions, dan kini 0-0 kontra Torino.

“Kami kekurangan kualitas dan kreativitas yang dibutuhkan untuk memecah kebuntuan di pertandingan seperti ini,” kata Spalletti dalam konferensi pers pascalaga dikutip dari Football Italia.
“Dalam situasi seperti ini, kadang kamu butuh sesuatu yang tidak logis, sentuhan brilian di antara dua bek, atau sedikit keberuntungan — dan itu belum kami miliki sejauh ini.”

Meski begitu, Spalletti tetap memuji mentalitas anak asuhnya. “Saya puas dengan sikap tim. Kami tidak senang dengan hasil ini, tapi kami belajar banyak. Beberapa pemain kelelahan karena baru bermain dua hari lalu, tapi saya suka cara Zhegrova, David, dan Gatti masuk dari bangku cadangan,” ujarnya.

Pelatih berusia 66 tahun itu kemudian membuka kemungkinan untuk melakukan perubahan sistem taktik setelah jeda internasional bulan ini.
“Tiga pertandingan ini tidak mengubah pandangan saya tentang tim. Ada banyak hal yang bisa kami eksplorasi, termasuk formasi baru,” ujar Spalletti.
“Kami bisa bermain dengan dua penyerang, atau dua sayap melebar, atau bahkan kembali ke sistem 4-3-3. Kami punya pemain yang cocok untuk itu. Ini akan kami evaluasi dengan baik.”

Spalletti juga menjelaskan alasannya menarik keluar Dusan Vlahovic lebih awal. “Dia sempat diragukan tampil karena masalah kebugaran, tapi tetap memaksakan diri untuk main. Itu menunjukkan komitmen luar biasa,” ucapnya.

Sementara itu, ketika ditanya soal kondisi Kenan Yildiz yang terlihat kelelahan, Spalletti mengaku menyadari hal itu tapi tetap ingin mempertahankan sang pemain muda di lapangan.
“Mungkin benar, dia bermain dalam kondisi lelah. Tapi saya akan tetap memainkannya dan membiarkan dia belajar. Dia bisa santai saja, karena kelelahan juga bagian dari proses tumbuh,” tutup Spalletti.

Juventus kini bersiap menghadapi Fiorentina di Stadio Artemio Franchi usai jeda internasional — laga yang bisa menjadi ujian penting untuk melihat apakah Spalletti benar-benar akan bereksperimen dengan sistem baru demi menghidupkan kembali daya gedor Bianconeri.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today