Wacana Konsolidasi BUMN Penerbangan, Garuda Indonesia Masih Fokus pada Restrukturisasi Perusahaan

Wacana Konsolidasi BUMN Penerbangan, Garuda Indonesia Masih Fokus pada Restrukturisasi Perusahaan


​Garuda Indonesia menanggapi kabar rencana penggabungan maskapai penerbangan Pelita Air ke dalam bisnisnya. Menurut Corporate Secretary Garuda Indonesia, Cahyadi Indrananto, wacana yang dilontarkan oleh Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, ini masih dalam tahap awal penjajakan dan sedang dikoordinasikan secara intensif.

“Wacana konsolidasi BUMN sektor penerbangan saat ini masih di awal tahap penjajakan. Untuk itu Garuda Indonesia terus berkoordinasi dengan Danantara dan para pemangku kepentingan terkait,” kata Cahyadi kepada Inilah.com di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Menurut dia, Garuda saat ini tengah berfokus pada agenda restrukturisasi penyehatan kinerja, sesuai arahan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Juni lalu.

“Agenda ini mencakup langkah-langkah perbaikan ekuitas, optimalisasi aksi strategis seperti restorasi dan penambahan armada, penyehatan kinerja ekosistem usaha, serta akselerasi pemulihan trafik penumpang,” lanjut Cahyadi.

​Wacana penggabungan ini pertama kali diungkapkan Simon Aloysius Mantiri saat rapat dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Simon menyebut bahwa penjajakan penggabungan Pelita Air dengan Garuda Indonesia merupakan bagian dari strategi baru Pertamina untuk fokus pada bisnis intinya, yaitu di sektor migas dan energi terbarukan.

​Untuk merealisasikan strategi ini, anak-anak usaha Pertamina yang dinilai tidak sejalan dengan bisnis inti akan dilepaskan atau digabungkan. Simon menjelaskan, bisnis tersebut akan diatur di bawah koordinasi Danantara, sebuah holding BUMN yang berfokus di bidang jasa transportasi dan logistik.

​Tak hanya di sektor penerbangan, langkah konsolidasi ini juga akan menyentuh bisnis lain seperti asuransi, layanan kesehatan, dan perhotelan yang dimiliki Pertamina. Semua unit usaha ini akan di-kluster dan dikelola oleh holding yang sejenis untuk menciptakan sinergi yang lebih besar.

​Langkah strategis Pertamina ini juga sejalan dengan rencana besar lainnya, yaitu integrasi operasional di sektor hilir Pertamina. Direktur Utama Pertamina mengungkapkan bahwa operasional PT Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, dan Pertamina International Shipping akan diintegrasikan pada akhir tahun 2025.

​Dengan adanya wacana penggabungan ini, semua pihak terkait, termasuk Garuda Indonesia, terus menjalin komunikasi untuk mengkaji lebih lanjut potensi sinergi yang bisa tercipta. 

Di satu sisi, penggabungan ini dapat memperkuat posisi Garuda di pasar domestik, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempercepat pemulihan kinerja perusahaan. 

Di sisi lain, proses konsolidasi ini tentu tidak akan mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang untuk menyatukan dua entitas bisnis dengan budaya dan struktur yang berbeda, serta menyelaraskan visi dan misi di bawah satu payung.

 

Visited 3 times, 1 visit(s) today