Wajib Tahu! Inilah yang Perlu Dilakukan Pengendara Motor saat Terjebak Banjir

Wajib Tahu! Inilah yang Perlu Dilakukan Pengendara Motor saat Terjebak Banjir

Ikhsan Medium.jpeg

Sabtu, 8 November 2025 – 23:33 WIB

Pakar otomotif ITB, Yannes Martinus, membagikan tips pengendara sepeda motor saat terjebak banjir. (Foto: Inilah.com)

Pakar otomotif ITB, Yannes Martinus, membagikan tips pengendara sepeda motor saat terjebak banjir. (Foto: Inilah.com)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Musim hujan identik dengan ancaman banjir dan genangan air di jalanan Jakarta hingga daerah penyangga. Bagi para pengguna setia sepeda motor, situasi ini seringkali menimbulkan dilema pelik: haruskah berhenti dan berteduh, atau nekat ‘gaspol’ menerobos genangan demi mengejar waktu?

Menurut Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menghadapi banjir, pengendara motor wajib menerapkan langkah preventif untuk meminimalkan risiko kerusakan parah pada mesin kendaraan. Pesannya tegas: jangan pernah gambling dengan kedalaman air yang tidak jelas!

Yannes menyarankan, ketika hujan deras turun dan jalanan mulai tergenang, pilihan paling bijak adalah menghentikan kendaraan dan berteduh. Jika sudah terlanjur terjebak dan genangan air semakin tinggi, jangan menunggu.

“Kalau terjebak banjir dan air sudah setinggi pijakan kaki, sebaiknya langsung matikan mesin dan dorong motor ke tempat yang aman dan lebih tinggi,” katanya kepada Antara, dikutip Sabtu (8/11/2025).

Nekat mengendarai motor tanpa lebih dulu mengecek kedalaman genangan adalah tindakan berisiko tinggi yang bisa berujung pada kerusakan mesin serius. Ketika motor dipaksa menerobos, air bisa dengan mudah masuk ke ruang pembakaran, yang akibatnya bisa menyebabkan mesin mati mendadak atau yang dikenal sebagai water hammer.

Gas Konstan adalah Kunci Darurat

Namun, bagaimana jika Anda benar-benar terpaksa harus melalui jalanan yang tergenang karena tidak ada jalur alternatif lain? Yannes memberikan tips berkendara darurat yang aman dan teruji.

“Gunakan gigi rendah, tahan gas dengan putaran konstan, jangan dilepas hingga motor benar-benar keluar dari genangan,” sarannya.

Metode berkendara ini bukan tanpa alasan. Yannes menjelaskan, tekanan gas yang stabil dan konstan pada putaran rendah berfungsi sebagai penghalang. Tekanan gas yang konsisten akan membantu mencegah air masuk melalui knalpot atau filter udara pada kendaraan.

Poin krusialnya: Jangan pernah melepas gas di tengah genangan air!

“Jangan lepas hingga tiba di area jalan yang sudah tiada genangan air lagi, karena kalau gas dilepas di tengah genangan, risiko air masuk ke knalpot atau filter udara jadi jauh lebih besar,” tegas Yannes.

Risiko terbesarnya adalah motor tiba-tiba mogok, dan jika air sampai masuk ruang bakar, biaya perbaikan yang harus Anda tanggung bisa sangat mahal.

post-cover

Ketika Motor Sudah Terlanjur Mogok

Lalu, apa yang harus dilakukan jika motor kesayangan Anda tiba-tiba mogok di tengah banjir? Yannes memberikan satu larangan keras: Jangan berusaha menyalakan mesin kembali!

“Kalau motor atau mobil kita sudah terlanjur sampai terendam, jangan langsung dinyalakan. Sebaiknya segera ganti busi, filter udara, dan kuras oli,” katanya.

Memaksa menyalakan mesin dalam kondisi terendam atau setelah terendam hanya akan memperparah kerusakan internal. Langkah paling aman adalah segera mendorong kendaraan ke tempat yang lebih tinggi, kemudian bawa ke bengkel untuk penanganan intensif, mulai dari penggantian busi, filter udara, hingga penggantian oli yang mungkin sudah terkontaminasi air.

Kesimpulannya, Yannes mengingatkan semua pengendara motor untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan daripada waktu.

“Janganlah kita gambling dengan memaksakan diri untuk menerjang genangan air yang kita tidak tahu dangkal atau dalamnya,” tutupnya.
 

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today