Wamenhub Dukung Program Merdeka Emisi Pelindo, 500 Kendaraan Dicek di 4 Kota

Wamenhub Dukung Program Merdeka Emisi Pelindo, 500 Kendaraan Dicek di 4 Kota

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mendukung Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Merdeka Emisi yang dijalankan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong transportasi dan aktivitas logistik yang lebih ramah lingkungan.

Dukungan tersebut disampaikan Suntana saat menghadiri seremoni pengecekan emisi kendaraan Program TJSL Merdeka Emisi yang digelar Pelindo dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Suntana mengatakan upaya mengurangi emisi di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dalam ekosistem transportasi dan logistik. Pemerintah, regulator, operator pelabuhan, perusahaan logistik, perusahaan trucking, pemilik kendaraan, industri hingga pengemudi dinilai memiliki peran masing-masing.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pelindo yang terus aktif melakukan program CSR atau TJSL dengan berbagai inovasi dan kreasi. Tahun lalu misalnya terkait safety driving, dan tahun ini terkait energi bersih, pengurangan emisi, serta pelabuhan yang lebih hijau,” ujar Suntana.

Pengurangan Emisi Butuh Kolaborasi

Menurut Suntana, menjaga kualitas lingkungan tidak dapat hanya menjadi tanggung jawab satu institusi. Karena itu, kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk membangun sistem transportasi dan logistik yang lebih berkelanjutan.

“Kita semua harus bersama-sama berkontribusi secara maksimal. Tidak hanya Pelindo, tidak hanya Kementerian Perhubungan, tidak hanya pemerintah daerah atau kepolisian, tetapi semua yang terlibat dalam ekosistem kehidupan kita,” katanya.

Suntana juga mengaitkan agenda pengurangan emisi dengan rencana penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) pada 2027.

Menurutnya, kedua program tersebut memiliki keterkaitan dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman sekaligus mendukung efisiensi dan pengurangan emisi.

“Dua program ini berjalan secara paralel. Bebas ODOL akan kita laksanakan tahun depan, 2027,” ujarnya.

Ia mengakui penerapan Zero ODOL membutuhkan koordinasi karena rantai transportasi dan logistik melibatkan banyak pihak. Pengemudi bergantung kepada pemilik kendaraan, sementara pemilik kendaraan berkaitan dengan pemberi order, industri, dan pelaku usaha lainnya.

Pelindo Cek Emisi 500 Kendaraan

Melalui Program TJSL Merdeka Emisi, Pelindo melakukan pengecekan emisi terhadap sekitar 500 kendaraan operasional dan logistik di empat kota, yakni Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar.

Khusus di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, sebanyak 200 kendaraan mengikuti kegiatan pengecekan emisi tersebut.

Wakil Direktur Utama Pelindo mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk memastikan aktivitas kepelabuhanan tidak hanya mendukung kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga berjalan secara berkelanjutan.

“Sebagai operator pelabuhan, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan kelancaran arus logistik nasional. Kami juga harus memastikan aktivitas kepelabuhanan tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pelabuhan menjadi salah satu simpul transportasi dan logistik dengan aktivitas kendaraan yang tinggi setiap hari. Karena itu, upaya menekan emisi di kawasan pelabuhan membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem.

“Pelabuhan merupakan simpul transportasi dan logistik yang setiap hari melayani pergerakan kendaraan. Karena itu, menciptakan pelabuhan yang lebih hijau tidak bisa hanya dilakukan oleh operator pelabuhan,” katanya.

Dorong Budaya Operasional Rendah Emisi

Pelindo juga mendorong agar pemeliharaan kendaraan dan kepatuhan terhadap standar emisi menjadi bagian dari budaya operasional para pelaku logistik.

Pengecekan kendaraan melalui Program Merdeka Emisi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong aktivitas transportasi di kawasan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui Program Merdeka Emisi, kami ingin membangun gerakan bersama agar seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan memiliki komitmen yang sama untuk menghadirkan sistem logistik yang semakin efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2 Budi Prasetio juga menyampaikan apresiasi kepada para pemangku kepentingan yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurut Budi, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa upaya menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih bersih merupakan kepentingan bersama.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam Program Merdeka Emisi. Bagi kami, kegiatan ini bukan hanya tentang pengecekan emisi kendaraan, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pelabuhan yang lebih baik,” ujar Budi.

Bagian dari Transformasi Green Port

Budi mengatakan Pelindo terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak dalam ekosistem kepelabuhanan dan logistik. Menurutnya, pengurangan emisi akan menghasilkan dampak lebih besar jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak.

Program TJSL Merdeka Emisi menjadi bagian dari komitmen Pelindo menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus mendorong transformasi menuju Green Port di berbagai wilayah operasional.

Upaya tersebut dilakukan melalui sejumlah inisiatif keberlanjutan sebagai bagian dari proses dekarbonisasi yang dijalankan secara bertahap dan terukur.

Pelindo menilai pengembangan pelabuhan hijau perlu berjalan beriringan dengan peningkatan efisiensi operasional dan keberlanjutan ekosistem logistik. Kolaborasi dengan pemerintah, regulator, asosiasi, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Momentum HUT ke-81 RI turut dimanfaatkan Pelindo untuk memperkuat komitmen terhadap lingkungan. Melalui Program Merdeka Emisi, perusahaan berharap semakin banyak pihak terlibat dalam membangun sistem transportasi dan logistik yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mendukung terwujudnya pelabuhan Indonesia yang lebih hijau, efisien, dan berdaya saing.

Visited 2 times, 2 visit(s) today