Warga Kampar Diteror 3 Harimau, Berkeliaran ketika Hari Mulai Gelap

Warga Kampar Diteror 3 Harimau, Berkeliaran ketika Hari Mulai Gelap

Anton Medium.jpeg

Senin, 6 Oktober 2025 – 03:10 WIB

Penampakan harimau sumatra yang berhasil ditangkap tim BKSDA untuk selanjutnya dilepaskan kembali ke habitatnya. (Foto: Antara)

Penampakan harimau sumatra yang berhasil ditangkap tim BKSDA untuk selanjutnya dilepaskan kembali ke habitatnya. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Warga yang tinggal di Desa Penghidupan, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kabupaten Kampar mendapat teror penampakan tiga ekor harimau yang kerap lalu lalang di wilayah tersebut.

Hal ini pun langsung ditindaklanjuti Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dengan menurutnkan tim ke lokasi untuk memburu tiga harimau sumatra tersebut.

Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan penugasan tim gabungan ini untuk melakukan verifikasi dan memastikan kebenaran informasi tersebut.

Awalnya, laporan warga melihat satwa yang diduga harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di area kebun sawit milik mitra PT Flora Wahana Tirta yang dilaporkan oleh tiga orang bernama Hendri Gule, Rito Widodo, dan Andri Miko.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari BBKSDA, kepolisian, dan pemerintah desa langsung turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi awal,” katanya.

Setelah dilakukan pengukuran lokasi tersebut diketahui berjarak sekitar 45 kilometer dari kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling. Tempat tersebut habitat alami harimau sumatera.

Setibanya di lokasi, tim mewawancarai tiga pelapor yang mengaku melihat tiga ekor harimau, Minggu (28/9/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Menurut keterangan mereka, satu harimau berukuran dewasa dan dua lainnya masih anakan.

“Namun karena panik dan takut, warga tidak sempat mengambil foto atau dokumentasi lain,” kata Supartono.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh oleh tim gabungan, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau, seperti jejak kaki, cakaran, atau kotoran.

Meski begitu, ucapnya, tim gabungan tetap meningkatkan pengawasan dan memberikan edukasi kepada warga agar waspada.

Sebagai langkah antisipatif, tim BBKSDA memberikan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat serta pihak perusahaan. Warga diminta tidak beraktivitas sendirian di kebun, terutama setelah pukul 17.00 WIB dan sebelum pukul 07.00 WIB.

“Pihak PT Flora Wahana Tirta juga diimbau untuk memasang papan peringatan di area yang dilaporkan sebagai lokasi kemunculan harimau,” ujar Supartono.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today