Pesepak bola Tim Nasional Afrika Selatan Mbekezeli Mbokazi (tengah) terjatuh saat berebut bola dengan dua pesepak bola Tim Nasional Meksiko Erik Lira (kiri) dan Roberto Alvarado dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Laga pembuka Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan pada Kamis (11/6) malam waktu setempat atau Jumat (12/6) dini hari WIB sukses menyajikan tontonan penuh drama. Bertanding di hadapan lebih dari 80.000 pendukung fanatiknya di Estadio Azteca, El Tri sukses mengunci kemenangan meyakinkan 2-0.
Namun, alih-alih hanya dikenang karena gol-gol indahnya, laga bersejarah ini justru ternoda oleh kerasnya tensi pertandingan. Wasit asal Brasil, Wilton Pereira Sampaio, terpaksa mencabut tiga kartu merah dari sakunya—menjadikannya laga pembuka dengan jumlah kartu merah terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gol Kilat dan Rekor Stadion Azteca
Kemenangan ini menjadi pemecah kutukan bagi Meksiko, yang pada tujuh laga pembuka Piala Dunia sebelumnya selalu gagal meraih poin penuh (lima kali kalah, dua imbang). Ironisnya, salah satu hasil imbang tersebut terjadi saat melawan Afrika Selatan di Piala Dunia 2010.
Laga ini juga menorehkan tinta emas bagi Estadio Azteca. Stadion legendaris yang baru saja direnovasi ini resmi menjadi stadion pertama di dunia yang menggelar tiga edisi Piala Dunia (1970, 1986, dan 2026).
Publik tuan rumah yang memadati stadion tak perlu menunggu lama untuk bersorak. Kurang dari sembilan menit laga berjalan, striker Julián Quiñones sukses menceploskan bola di antara kedua kaki kiper Afrika Selatan, Rowen Williams. Gol cepat dari pencetak gol terbanyak Liga Arab Saudi musim ini tersebut menjadi gol pembuka Piala Dunia tercepat sejak Philipp Lahm menjebol gawang Kosta Rika pada menit keenam di edisi 2006.
Hujan Kartu Merah dan Rekor Jiménez
Memasuki babak kedua, petaka mulai menghampiri Afrika Selatan. Gelandang Sphephelo Sithole diganjar kartu merah langsung di awal babak kedua karena melanggar keras Brian Gutiérrez di tepi kotak penalti saat situasi satu lawan satu.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, striker veteran Meksiko Raúl Jiménez akhirnya menggandakan keunggulan El Tri lewat sundulan jarak dekat di pertengahan babak kedua. Gol ini merupakan gol internasional ke-46 bagi Jiménez, membuatnya menyamai torehan Jared Borgetti di posisi kedua pencetak gol terbanyak sepanjang masa Timnas Meksiko (hanya berjarak enam gol dari Javier “Chicharito” Hernández).
Kerasnya pertandingan kian tak terkendali. Afrika Selatan harus bermain dengan sembilan orang setelah Themba Zwane tertangkap VAR memukul wajah Roberto Alvarado dan langsung diusir keluar lapangan. Ini adalah pertama kalinya sebuah tim menerima dua kartu merah di Piala Dunia sejak insiden Belanda vs Portugal pada 2006.
Di masa stoppage time, giliran bek Meksiko César Montes yang diusir wasit, melengkapi total tiga kartu merah di laga ini. Menariknya, jumlah ini hanya selisih satu dari total keseluruhan kartu merah (empat) yang dikeluarkan sepanjang turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar!
Sebagai pelengkap hari bersejarah, Meksiko juga memberikan debut kepada remaja sensasional berusia 17 tahun 240 hari, Gilberto Mora, yang kini resmi menjadi pemain termuda Meksiko di Piala Dunia dan termuda keenam dalam sejarah turnamen.
Pada laga selanjutnya, Meksiko yang kini memuncaki klasemen sementara Grup A dengan tiga poin akan menantang Korea Selatan di Guadalajara, Kamis depan. Sementara Afrika Selatan akan bertolak ke Atlanta untuk menghadapi Ceko.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














