Presiden Lazio, Claudio Lotito, dengan tegas menepis rumor penjualan klub dan menanggapi santai ancaman boikot dari kelompok suporter garis keras Curva Nord. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden S.S. Lazio, Claudio Lotito, secara tegas menepis rumor yang menyebutkan bahwa dirinya berencana menjual klub ibu kota Italia tersebut. Pernyataan ini disampaikan Lotito saat dicegat di koridor Senat Italia, sekaligus memperkuat rilis resmi klub sebelumnya yang membantah keras adanya negosiasi pengambilalihan (akuisisi).
Lotito tampil tanpa rasa penyesalan saat menanggapi gelombang protes dari para pendukung setia Biancocelesti. Ia bahkan merespons ancaman boikot tiket musiman dan laga kandang yang digaungkan oleh kelompok suporter garis keras, Curva Nord, dengan sikap santai dan pantang mundur.
“Takut? Tidak,” tegas Lotito, seperti dikutip dari TuttoMercatoWeb, Kamis (11/6). “Karena saya tidak melakukan hal-hal dalam hitungan materi. Bagi saya, Lazio adalah sebuah emosi dan saya ingin membangun emosi tersebut. Jika mereka tidak ingin datang ke stadion? Itu sah-sah saja. Saya bekerja dengan penuh tanggung jawab, tanpa ada kepentingan materiil.”
Klaim Rekor Sejarah Sepak Bola Italia
Menanggapi kritik keras yang menyebutkan bahwa dirinya telah merenggut hak suporter untuk bermimpi melihat Lazio bersaing di level tertinggi, Lotito memberikan jawaban lugas.
“Saya juga ingin bermimpi, tetapi saya ingin bermimpi untuk masa depan, bukan hanya untuk saat ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Lotito merasa bahwa kontribusi dan pencapaiannya di kancah sepak bola Italia tidak tertandingi oleh siapa pun. Ia menyinggung keberhasilannya dalam mengangkat derajat klub lain sebagai bukti kapasitas manajerialnya.
“Saya menulis surat terbuka untuk melaporkan segala sesuatunya apa adanya, tanpa melebih-lebihkan apa yang telah saya lakukan. Apa yang telah saya lakukan untuk sepak bola belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah. Saya mengambil alih Salernitana dari Eccellenza (kasta kelima) dan membawa mereka promosi hingga ke Serie A,” sesumbarnya.
Terkait surat terbuka yang ia kirimkan dan dimuat di harian Il Messaggero, pria berusia 69 tahun itu mengaku menulisnya di tengah waktu istirahatnya yang sangat minim.
“Saya hanya tidur tiga jam semalam. Saya menulis surat itu pada malam hari dan mengirimkannya, lalu saya tidak duduk berdiam diri hanya untuk memantau reaksi orang-orang,” ungkap Lotito.
Di akhir kesempatan, ia juga langsung mematahkan rumor yang belakangan mengaitkannya dengan rencana pembelian klub Reggina. “Itu hanya omong kosong belaka,” pungkasnya singkat.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














