Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, bersiap menghadapi unggulan kelima asal Jepang, Akane Yamaguchi, di babak semifinal Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang akan digelar di Adidas Arena, Paris, Sabtu (30/8) waktu setempat.
Putri KW menyadari tantangan berat di hadapannya, mengingat rekor pertemuan sebelumnya belum pernah berpihak padanya.
“Pertemuan terakhir dengan Akane, saya kalah di babak perempat final Indonesia Open 2025. Jadi besok saya harus benar-benar siap dari fisik dan teknisnya untuk menyerang. Harus siap lebih capek lagi dari hari ini,” ujar Putri KW melalui keterangan resmi PBSI, Jumat (29/8).
Belum Pernah Menang, Tapi Penuh Motivasi
Dari tiga pertemuan sebelumnya, Putri KW selalu kalah dalam dua gim langsung. Terakhir, di Indonesia Open 2025 (Super 1000) ia takluk dengan skor ketat 19-21, 20-22. Sementara di Indonesia Open 2023 dan China Open 2023, Putri juga kalah dengan skor cukup jauh.
Meski begitu, semangat Putri tengah berada di puncak usai mencetak kejutan dengan mengalahkan juara dunia 2019 asal India, Pusarla V. Sindhu, di babak perempat final. Dalam laga sengit itu, Putri menang dalam tiga gim: 21-14, 13-21, 21-16.
Kemenangan ini juga bermakna historis: mengakhiri paceklik medali tunggal putri Indonesia di Kejuaraan Dunia selama 10 tahun.
Medali Bersejarah
Putri menjadi tunggal putri Indonesia pertama yang meraih medali sejak Lindaweni Fanetri menyabet perunggu pada edisi 2015 di Jakarta. Sedangkan medali emas terakhir diraih Susy Susanti pada 1993—satu-satunya emas Indonesia di sektor ini.
“Bisa sampai di sini itu tidak gampang. Banyak hal yang saya lakukan dalam diam untuk mengembalikan semuanya lagi,” ungkap Putri dengan penuh emosional.
Di sisi lain, Akane melaju ke semifinal setelah menang atas Han Yue (Tiongkok) dengan skor meyakinkan: 21-5, 21-19.












