Ada perkembangan yang cukup oke dari lantai bursa yang sempat terjun bebas diterpa isu demo besar-besaran yang berujung anarkis. Indeks Harga Saham Gabungan kembali ke jalur penguatan.
Dalam perdagangan Selasa (2/9/2025), IHSG dibuka menguat 69,30 poin atau setara 0,90 persen ke posisi 7.805,37. Khusus saham unggulan atau bluechip alias LQ45, mengalami kenaikan 8,52 poin, setara 1,08 persen ke posisi 797,22.
“Diperkirakan,IHSG masih berfluktuasi pada kisaran 7.550-7.780. Perkembangan situasi keamanan dan politik domestik serta pergerakan rupiah diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan IHSG,” tulis kajian tim riset Phintraco Sekuritas.
Sehari sebelumnya, IHSG dibuka turun 3,44 persen menjadi 5.912,06, sekitar pukul 09.01 WIB. Pasca aksi demonstrasi yang berujung aksi pengrusakan dan penjarahan rumah 3 anggota DPR serta Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani.
Di sesi awal, membukukan total transaksi sebanyak Rp2,07 miliar dengan volume saham yang diperdagangkan 2,22 juta saham, frekuensinya 145.921 kali. Tercatat sejumlah emiten yang masuk jajaran Top Gainers, yakni PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) naik 27,16 persen ke Rp206, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) milik pengusaha Haji Isam naik 25 persen ke Rp3.850, dan PT Shield on Service Tbk (SOSS) naik 14,5 persen ke Rp750.
Di sisi lain, data ekonomi domestik tercatat solid, di antaranya indeks PMI Manufaktur naik ke level 51,5 pada Agustus 2025. Artinya, industri nasional kembali memasuki zona ekspansi, setelah lima bulan sebelumnya babak belur.
Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan surplus neraca perdagangan Juli 2025 sebesar 4,18 miliar dolar AS, serta inflasi Agustus 2025 melambat 2,31 persen secara tahunan (year on year/yoy), seiring deflasi 0.08 persen secara bulanan (month to month/mtm).
Dari kawasan Asia, investor mencermati pertemuan Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri (PM) India Modi di KTT SCO di Tianjin, China. Di mana, China dan India sepakat menjalin kerja sama bukan rival, serta membahas masalah perbatasan, penerbangan langsung dan perdagangan.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan sejumlah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis pekan ini, untuk mencari indikasi peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan 16-17 September 2025.
Selain itu, investor akan mencermati perkembangan pertarungan secara hukum atas pemberlakuan tarif impor AS yang masih berlangsung. Pemerintahan Trump memiliki waktu hingga 14 Oktober 2025 untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA).
Pada perdagangan Senin (01/09), bursa saham Eropa ditutup mayoritas naik, diantaranya Euro Stoxx 50 menguat 0,23 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,10 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,57 persen, serta indeks CAC Prancis turun 0,05 persen.
Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street libur pada perdagangan Senin (1/9), untuk memperingati Hari Buruh.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 39,71 poin atau 0,11 persen ke 42.235,00, indeks Shanghai melemah 11,63 poin atau 0,29 persen ke 3.863,87, indeks Hang Seng menguat 96,58 poin atau 0,36 persen ke 25.703,55, dan indeks Strait Times menguat 15,16 poin atau 0,35 persen ke 4.291,45.














