Hari penentuan itu tiba. Timnas U-23 Indonesia akan menghadapi laga pamungkas Grup J Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 melawan Korea Selatan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa (2/9/2025) pukul 19.30 WIB.
Tidak ada pilihan lain bagi Garuda Muda kecuali menang. Hasil imbang apalagi kalah dipastikan mengubur mimpi mereka tampil di putaran final yang akan berlangsung di Arab Saudi, Januari 2026.
Jalur Runner-up Sudah Tertutup
Dengan sistem kompetisi, hanya 11 juara grup dan empat runner-up terbaik yang lolos. Indonesia saat ini berada di peringkat kelima klasemen runner-up terbaik dengan empat poin, sementara empat tim lain (China, Iran, Turkmenistan, dan Yaman) sudah mengoleksi enam poin dari dua laga. Situasi itu membuat Indonesia hanya bisa lolos dengan status juara grup—syaratnya menang atas Korea Selatan.
Vanenburg: Jangan Gugup
Pelatih Gerald Vanenburg menekankan pentingnya mentalitas pada laga besar ini. Ia meminta pemainnya tampil penuh percaya diri, tanpa gugup menghadapi tekanan ribuan suporter di Gelora Delta.
“Anda tidak bisa memenangkan pertandingan jika gugup. Tekanan itu selalu ada di sepak bola, tapi pemain besar lahir karena bisa melewatinya,” tegas Vanenburg, juara Piala Eropa 1988 dan eks pilar PSV Eindhoven.
Dengan pengalaman lebih dari 600 laga profesional, Vanenburg ingin para pemain muda Indonesia terbiasa menghadapi tensi tinggi.
Zaki: Fokus dan Disiplin
Manajer Timnas U-23, Ahmad Zaki Iskandar, mengingatkan kunci kemenangan terletak pada fokus dan disiplin. Ia sadar lawan yang dihadapi bukan sembarangan: Korea Selatan adalah juara Piala Asia U-23 2020, sudah mencetak 12 gol tanpa kebobolan dalam dua laga kualifikasi, dan selalu tampil di putaran final sejak edisi perdana 2013.
“Dengan fokus dan disiplin, kita bisa. Selama bola bundar, peluang selalu ada,” ucap Zaki.
Kenangan Manis 2024
Optimisme Garuda Muda bisa bertumpu pada kenangan indah di Qatar 2024. Kala itu, Indonesia sukses menyingkirkan Korea Selatan di perempat final lewat adu penalti dramatis 11-10. Dari skuad saat ini, tujuh pemain adalah alumni turnamen tersebut, termasuk Rafael Struick, yang mencetak dua gol pada waktu normal melawan Korsel.
Selain Struick, ada pula Arkhan Fikri, Hokky Caraka, Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, Daffa Fasya, dan Rayhan Hannan—nama-nama yang diharapkan kembali menghadirkan kejutan.
Prediksi Susunan Pemain
Vanenburg diperkirakan menurunkan kekuatan penuh sejak menit awal. Cahya Supriadi akan tetap mengawal gawang. Duet Kadek Arel dan Muhammad Ferarri siap di jantung pertahanan, didampingi Alfharezzi Buffon dan Dony Tri Pamungkas di sayap.
Lini tengah akan dihuni Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan Arkhan Fikri. Sektor depan kemungkinan diisi Rayhan Hannan di kanan, Rahmat Arjuna di kiri, dan Rafael Struick sebagai penyerang tengah. Jens Raven yang sedang seret gol diprediksi memulai dari bangku cadangan.
Korsel Tak Akan Main Aman
Sementara itu, pelatih Korsel Lee Min-sung memastikan timnya tetap mengincar kemenangan meski hasil imbang sudah cukup meloloskan mereka.
“Kami datang untuk memainkan tiga pertandingan, tidak ada yang istimewa meski melawan tuan rumah. Persiapan kami baik, dan besok kami akan tampil dengan performa terbaik,” kata Min-sung.














