Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (Etho), mengaku belum bisa mengungkapkan sosok yang diproyeksikan menukangi Timnas Indonesia pada SEA Games 2025.
Pria yang akrab disapa Etho itu menyebut, PSSI masih membutuhkan waktu satu hingga dua hari ke depan untuk berdiskusi bersama Direktur Teknik, Alexander Zwiers, guna menentukan pelatih yang dinilai paling layak menempati posisi tersebut.
“Jadi Technical Director kan akan mereview seperti yang saya sudah sampaikan waktu di Surabaya mungkin 1-2 hari ini. Kami akan ada rapat dengan Technical Director untuk persiapan SEA Games,” ucap Etho dalam sesi jumpa pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Etho menyebut, keberadaan Direktur Teknik (Dirtek) PSSI sangat membantu dirinya dalam mengambil keputusan. Melalui masukan dan rekomendasi hasil evaluasi, ia dapat menilai performa para pelatih, termasuk Gerald Vanenburg yang belakangan dipercaya menukangi skuad Timnas Indonesia U-23.
“Dengan ada technical director ini ini yang kami harapkan tadi review yang kami lakukan plannya seperti apa ke depan,” katanya.
“Saya kira terlalu dini untuk bicara nama-nama (calon pelatih-red) karena prosesnya sedang berjalan,” ucapnya.
Terlepas dari itu, Etho mengingatkan SEA Games 2025 merupakan ajang multievent internasional yang melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah.
Karena itu, menurutnya, keputusan terkait pelatih Timnas Indonesia harus dibicarakan secara matang. Ia menegaskan, PSSI juga dalam waktu dekat akan berkoordinasi dan berunding dengan pemerintah untuk merumuskan target dan rencana, agar selaras dengan kepentingan nasional.
“Kita SEA Games adalah multi event artinya peran dari kami dan pemerintah ini kami akan duduk bersama seperti apa targetnya, seperti apa rencananya itu yang kita harus lakukan,” katanya.
Semula, pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg sempat meminta satu syarat khusus apabila dipercaya melatih skuad yang akan tampil SEA Games 2025 Thailand. Vanenburg mau, pemusatan latihan (TC) dilakukan jangka panjang.
“Untuk ke program ke arah SEA Games, ya, kalau misalnya kita cuma mendapatkan U-23 hanya mendapatkan seperti sekarang yang kita cuma seminggu berlatih untuk menghadapi turnamen atau seminggu nanti 5 hari sebelum SEA Games, saya tidak mendapatkan waktu, ya kami mungkin akan mendapatkan hasil yang sama,” kata Vanenburg.
Pelatih asal Belanda itu pun membandingkan situasi yang dialaminya dengan yang dijalani pelatih Nova Arianto bersama Timnas Indonesia U-17. Menurut Vanenburg, Nova mendapatkan dukungan TC jangka panjang menuju Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
“Jadi, ini sesuatu hal yang memang enggak bisa kalau misal dibandingkan dengan U17 yang mendapatkan 1 tahun untuk untuk berlatih bersama dan kemudian mereka bisa lolos ya,” katanya.
“Mereka tentu saja sudah 60 persen lebih bagus daripada daripada kita karena mereka memiliki waktu untuk bermain bersama,” tambah Vanenburg.














