Panen Melon di STPL Bekasi, Wamensos Dorong Sentra Kemensos Jadi Pusat Pemberdayaan

Panen Melon di STPL Bekasi, Wamensos Dorong Sentra Kemensos Jadi Pusat Pemberdayaan

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 14 Juni 2026 – 04:53 WIB

Wamensos Agus Jabo memanen melon di STPL Bekasi dan menegaskan sentra Kemensos harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui pertanian, peternakan, dan pelatihan vokasi. (Foto: Kemensos)

Wamensos Agus Jabo memanen melon di STPL Bekasi dan menegaskan sentra Kemensos harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui pertanian, peternakan, dan pelatihan vokasi. (Foto: Kemensos)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat transformasi fungsi sentra-sentra sosial di seluruh Indonesia. Tidak hanya memberikan layanan rehabilitasi sosial bagi kelompok rentan, sentra kini diarahkan menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono saat memanen hasil budidaya melon di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Sabtu (13/6/2026).

Didampingi Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo dan Kepala STPL Bekasi Budi Satriyo, Agus Jabo mengatakan pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di lingkungan sentra merupakan bagian dari implementasi paradigma baru Kemensos, yakni “bansos sementara, berdaya selamanya”.

“Ini sebagai pelaksanaan perintah Bapak Menteri Sosial bahwa sentra-sentra harus dimakmurkan,” kata Agus Jabo.

STPL Bekasi menjadi salah satu contoh sentra yang mulai mengembangkan program pemberdayaan berbasis pertanian. Di kawasan tersebut, Kemensos membudidayakan sekitar 400 pohon melon di dalam greenhouse, serta berbagai tanaman produktif lainnya seperti 85 pohon alpukat, 14 pohon kelengkeng, 12 pohon anggur, 8 pohon mangga, 15 pohon pisang, 19 pohon terong, hingga pohon jambu dan jeruk.

Menurut Agus Jabo, selama ini sentra Kemensos identik dengan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi lansia, penyandang disabilitas, dan kelompok masyarakat yang menghadapi permasalahan sosial. Namun ke depan, fungsi tersebut diperluas dengan program pemberdayaan ekonomi yang disesuaikan dengan potensi masing-masing daerah.

“Selain melaksanakan program Atensi bagi kelompok rentan, kita melakukan pemberdayaan,” ujarnya.

Konsep pengembangan sentra produktif itu akan diterapkan secara bertahap di berbagai sentra Kemensos di seluruh Indonesia. Setiap sentra akan mengembangkan program yang sesuai dengan karakteristik dan sumber daya lokal yang dimiliki.

“Kalau potensinya pertanian ya kita tanam buah, kalau peternakan kita ternak ayam, misalkan kalau ikan ya perikanan,” jelas Agus Jabo.

Ia menambahkan, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat yang berada di dalam sentra, tetapi juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan sentra.

“Pertama kita memberikan manfaat kepada para penerima manfaat yang selama ini diurus oleh sentra. Kedepannya kita berharap meluas ke masyarakat yang ada di sekitar sentra,” katanya.

Melalui berbagai kegiatan produktif tersebut, penerima manfaat juga mendapatkan pelatihan keterampilan vokasi sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat setelah menyelesaikan program rehabilitasi sosial.

“Supaya setelah mereka selesai rehabilitasi dan berada di tengah masyarakat, kita sudah memberikan bekal. Terutama bekal ilmu vokasi supaya mereka bisa mandiri,” ujar Agus Jabo.

Selain pertanian dan perkebunan, Kemensos juga mendorong pengembangan berbagai keterampilan lain, seperti membatik dan usaha produktif lainnya yang memiliki nilai ekonomi. Program pelatihan tersebut nantinya dapat diperluas kepada masyarakat sekitar melalui skema training of trainers (TOT).

Menurut Agus Jabo, penguatan fungsi sentra sebagai pusat pemberdayaan akan menciptakan aktivitas yang lebih produktif sekaligus memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas.

“Jadi dampaknya nanti luas dan di sentra akan padat kegiatan dan dampaknya untuk seluruh masyarakat yang membutuhkan. Saya harapkan sentra-sentra yang lain mengikuti program yang sudah dilaksanakan di STPL ataupun di tempat-tempat yang sudah memulai,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 2 visit(s) today