Dipanggil Prabowo, Dirut Pertamina Pastikan Stok BBM ke SPBU Swasta Aman hingga Akhir Tahun

Dipanggil Prabowo, Dirut Pertamina Pastikan Stok BBM ke SPBU Swasta Aman hingga Akhir Tahun

Vonita Medium.jpeg

Jumat, 19 September 2025 – 22:36 WIB

Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysisus. (Foto: Inilah.com/Vonita).

Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysisus. (Foto: Inilah.com/Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysisus ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/9/2025). Pertemuan yang selama kurang lebih empat jam, mulai dari pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB ini membahas berbagai macam isu, termasuk kepastiannya stok BBM untuk SPBU Swasa hingga akhir tahun.

Usai pertemuan, Simon menyampaikan pihaknya diminta untuk segera menyiapkan alokasi kebutuhan BBM hingga akhir tahun 2025.

“Nanti kan akan dibicarakan antar pertamina, terus badan usaha swasta. Jadi per tadi setelah selesai meeting dengan Kementerian ESDM, masih lanjut nih, langsung lanjut. Jadi kita meminta alokasi kebutuhan dia sampai akhir tahun, begitu juga dengan semua tim langsung rapatkan tadi,” kata Simon kepada wartawan.

Terkait mekanisme bisnis antara Pertamina dan SPBU swasta, Simon menegaskan bahwa seluruh proses akan dilakukan secara terbuka. Ia juga memastikan bahwa Pertamina tidak memanfaatkan situasi untuk mencari keuntungan, melainkan menjalankan mandat utama menjaga ketahanan energi.

“Kita udah minta untuk tadi saya juga udah sampaikan terbuka ke semua, untuk dilakukan mekanisme open book supaya bersama-sama gitu. Jadi kita melihat cost-cost apa yang muncul, kemudian diatur mekanisme secara business-to-business. Yang pasti jangan sampai membebankan dan nanti harga ke konsumen jadi lebih tinggi kan. Jadi kita harapkan harga ke konsumen tidak berubah,” jelasnya.

Simon menilai Pertamina bersama badan usaha swasta saat ini juga tengah menyiapkan langkah impor tambahan untuk menutup kebutuhan pasokan. Untuk volume, ia pun menyebut volume impor akan menunggu laporan kebutuhan dari masing-masing badan usaha.

“Iya, karena hanya sampai akhir tahun kan, 2025. 2026 nanti dipastikan,” ucapnya.

Selain menjamin kecepatan pasokan, Simon memastikan kualitas bahan bakar akan tetap sesuai standar. Pertamina juga akan berkomitmen menjaga konsistensi mutu BBM sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.

“Nanti kan standarnya sesuai spesifikasi Dirjen Migas. Nah setelah itu, itu yang kita kirimkan ke semua, nanti akan diramu sesuai dengan resep dari masing-masing. Jadi penambahan aditif dan lainnya gitu,” paparnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today