Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas saat bertemu dengan pemilik Maktour Travel Fuad Hasan Mansyur, pemilik Alisan Hajj & Umrah Ali Mohammad Amin, Ketua Harian Forum SATHU Artha Hanif, Stafsus Yaqut Gus Alex, serta sejumlah pengusaha biro perjalanan haji dan umrah diduga di Kantor Maktour Jakarta pada 2024 lalu. (Foto: Istimewa/Inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ahli Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Chairul Huda mendorong penyidik KPK untuk memeriksa pihak-pihak yang terdapat dalam foto pertemuan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dengan sejumlah biro travel di Wisma Maktour milik Fuad Hasan Mansyur, Jatinegara, Jakarta Timur, pada akhir 2024.
“Ya periksa orang-orang yang ada dalam foto tersebut,” kata Chairul saat dihubungi Inilah.com, Selasa (23/9/2025).
Menurut Chairul, penyidik KPK perlu mendalami keterangan pihak-pihak dalam foto tersebut, termasuk apa yang dibahas dalam pertemuan itu, dan apakah ada kaitannya dengan dugaan praktik pengkondisian maupun jual beli kuota haji.
“Mana bisa isi suatu pertemuan diterangkan hanya lewat foto… Untuk mendapatkan keterangan tentang apa yang dibicarakan dalam pertemuan yang ada fotonya itu,” ucap Chairul.
Beredar Foto
Sebelumnya, di tengah alotnya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi pembagian kuota tambahan dan penyelenggaraan haji 2023–2024 di Kementerian Agama, beredar foto pertemuan antara eks Menag Yaqut, Fuad Hasan Mansyur, serta sejumlah pelaku bisnis haji dan umrah. Belum jelas apa yang mereka bahas, namun kalangan pengamat menilai pertemuan itu berpotensi melanggar hukum dan etika.
Hingga kini, KPK baru mencegah tiga pihak bepergian ke luar negeri sejak 11 Agustus 2025 hingga 11 Februari 2026. Mereka adalah eks Menag Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), mantan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Ukhuwah Islamiyah, Hubungan Organisasi Kemasyarakatan dan Moderasi Beragama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) atau Gus Alex, serta pemilik Travel Maktour, Fuad Hasan Mansyur (FHM).
Berdasarkan foto yang diperoleh Inilah.com, Senin (22/9/2025), Yaqut yang masih menjabat sebagai Menteri Agama kala itu diduga sempat bertemu dengan Fuad Maktour dan sejumlah pemilik biro travel seperti CEO Alisan Hajj & Umrah Ali Mohammad Amin, Ketua Harian Forum SATHU Artha Hanif, serta Stafsus Yaqut Gus Alex. Pertemuan diperkirakan berlangsung di Wisma Maktour, Jakarta, pada 2024.
Dalam salah satu foto, terlihat Yaqut berpose bersama sejumlah orang, termasuk Fuad dan Ali Mohammad Amin, di depan Wisma Maktour, Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Yaqut mengenakan kemeja hitam, Fuad berkemeja biru, sementara di sebelah Fuad tampak Ali Mohammad Amin dengan kemeja hitam. Pada foto lain, Yaqut, Fuad, dan Ali Mohammad Amin tampak duduk bersama di meja makan.
Pemilik Biro Travel Maktour, Fuad Hasan Mansyur, membenarkan bahwa foto tersebut diambil di kantornya. Namun, ia menegaskan, saat itu Yaqut sudah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Agama.
“Sudah tidak menjabat. Beliau datang. Beliau sampaikan dan itu juga saya gak tahu siapa yang janjian. Tentunya kita hormatin bekas menteri mau silaturahmi,” ujar Fuad kepada Inilah.com, Senin (22/9/2025).
Fuad menjelaskan, kedatangan Yaqut murni untuk bersilaturahmi. Dalam pertemuan itu, kata Fuad, Yaqut hanya berpesan agar hubungan baik dengan sejumlah pihak, khususnya biro travel, tetap terjaga meski ia sudah tidak lagi menjabat. Yaqut juga menyampaikan bahwa ia memiliki hubungan baik dengan pemerintah Arab Saudi.
“Dalam ngobrol-ngobrol, beliau sampaikan, apa lagi namanya, untuk ke depan, Insya Allah hubungan-hubungan mari kita jaga silaturahmi. Beliau kalau ada apa semua, Insya Allah. Beliau juga punya hubungan dengan pemerintah Saudi, juga cukup baik,” jelas Fuad.
Fuad menambahkan, jauh sebelum itu, ia pernah bertemu resmi dengan Yaqut saat masih menjabat sebagai Menteri Agama, bersama sejumlah pihak Kemenag dan biro travel, di Kantor Kemenag. Pertemuan tersebut dibuktikan melalui unggahan akun resmi Instagram @gusyaqut pada 17 November 2023.
“Apa ditulis di situ. Di Instagramnya, beliau masukin, jadi bukan sembunyi-sembunyi, tidak ada. Itu sangat terbuka. Sudah lihat, 16–17 November 2023,” kata Fuad.
Ia menegaskan, undangan Yaqut kepada dirinya dan pihak lain bertujuan menghindari konflik kepentingan.
“Di sini bisa dilihat, karena yang dipermasalahkan hari ini, pertemuan itu selalu. Bagaimana bisa? Itu ya. Jadi disitulah, kalau mau tahu, diminta lah saya untuk hadir. Supaya bisa tahu, saya hadir dengan kawan-kawan,” ujarnya.
Menurut Fuad, dalam pertemuan itu Yaqut hanya membahas soal peningkatan pelayanan haji reguler agar setara dengan haji khusus.
“Baik daripada pelayanan maupun efisiensi dari petugas. Kalau memang mau, apalagi efisiensi, termasuk juga petugas-petugas. Paling tidak dikurangi, tapi syaratnya mudah. Kalau mau sewa-sewa gedung, harus gedung-gedung tower yang minimal kapasitas 20–30 ribu, supaya tidak banyak, apalagi petugas. Jadi kalau Anda pakai tower yang kapasitas besar, itu cukup memudahkan untuk kontrolnya. Itulah banyak kiat-kiat yang saya bicarakan,” terang Fuad.
Ia menegaskan kapasitasnya hanya sebagai pengusaha biro travel haji dan umrah berpengalaman puluhan tahun, bukan sebagai pihak resmi yang memiliki legitimasi dalam pengambilan keputusan.
“Jadi forum Sathu itu legitimiasinya tidak ada. Tidak ada. Jadi silaturahmi kayak paguyuban, ‘eh bos’. Kita ini hormati untuk kongko-kongko saja. Jadi tidak ada legitimasi dan tidak pernah diundang di Departemen Agama. Jadi tidak ada legitimasi saya untuk hadir dalam rapat-rapat. Kalau cuma silaturahmi biasa,” tuturnya.
Fuad menegaskan, selama pertemuan dengan Yaqut, tidak pernah dibahas soal lobi pembagian kuota haji maupun praktik jual beli kuota.
“Kalau saya tahu itu pertemuan ‘boom’ bawa masalah, terlalu bodoh sekali saya. 41 tahun saya bangun Maktour dengan susah payah. Saya memberangkatkan jemaah sangat besar pada 2023, lebih besar dari 2024. Kalau ada yang bilang saya bisa ngatur, tapi saya punya kuota paling kecil itu waktu itu (2024),” ucapnya.
Sementara itu, Jubir mantan Menteri Agama Anna Hasbie membantah keras isu yang menyebutkan Yaqut pernah menghadiri pertemuan di Wisma Maktour pada 2024.
Dalam narasi di akun TikTok Inilah.com yang menayangkan foto Gus Yaqut bersama sejumlah orang, disebutkan bahwa pertemuan itu terjadi bersama Fuad Maktour dan pelaku bisnis haji.
Anna Hasbie menegaskan bahwa informasi tersebut adalah narasi jahat dan tidak berdasar.
“Tidak pernah ada pertemuan di Maktour semasa Yaqut menjadi menteri. Tuduhan tersebut ngawur, tidak punya dasar, dan jelas bagian dari penggiringan opini yang bar-bar,” kata Anna.
Anna juga menolak klaim bahwa pertemuan itu membahas pembagian kuota haji 2023–2024 maupun kerja sama penyelenggaraan haji.
“Apa yang diberitakan itu jelas upaya framing negatif. Memasang foto kemudian mengaitkannya dengan berita yang belum terverifikasi itu cenderung penggiringan opini publik. Dan itu tidak sehat dikonsumsi masyarakat kita,” tegasnya.













