Presiden LaLiga: Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d’Or Hanya karena Usia

Presiden LaLiga: Lamine Yamal Gagal Raih Ballon d’Or Hanya karena Usia

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 25 September 2025 – 02:25 WIB

Penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal usai menerima Trofi Kopa sebagai pemain U-21 terbaik dalam upacara penganugerahan Ballon d'Or 2025 di Theatre du Chatelet, Paris, pada 22 September 2025. (Foto: Franck FIFE/AFP)

Penyerang Barcelona asal Spanyol, Lamine Yamal usai menerima Trofi Kopa sebagai pemain U-21 terbaik dalam upacara penganugerahan Ballon d’Or 2025 di Theatre du Chatelet, Paris, pada 22 September 2025. (Foto: Franck FIFE/AFP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden LaLiga, Javier Tebas, menilai Lamine Yamal hanya kalah dari Ousmane Dembélé dalam perebutan Ballon d’Or 2025 karena faktor usia. Tebas optimistis bintang muda Barcelona itu akan segera meraih penghargaan pemain terbaik dunia di masa depan.

Yamal, yang baru berusia 18 tahun pada Juli lalu, finis di posisi kedua di bawah penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembélé. Meski demikian, wonderkid asal Spanyol itu tetap mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang memenangkan Kopa Trophy lebih dari sekali—penghargaan untuk pesepakbola terbaik dunia di bawah usia 21 tahun.

“Kalau dia berusia lebih dari 23 tahun, saya yakin dia sudah memenangkannya. Karena masih sangat muda, mereka memberinya trofi lain (Kopa Trophy),” kata Tebas dikutip ESPN, Rabu (24/9).

Statistik Yamal vs Dembélé

Dembélé (28) tampil gemilang musim lalu dengan torehan 35 gol dari 53 pertandingan di semua kompetisi, mengantarkan PSG meraih treble: Ligue 1, Coupe de France, dan Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Sementara Yamal mencatat 18 gol dari 55 laga bersama Barcelona, membantu timnya meraih treble domestik—LaLiga, Piala Super Spanyol, dan Copa del Rey. Namun, langkah Blaugrana terhenti di semifinal Liga Champions oleh Inter Milan.

Presiden Barcelona, Joan Laporta, justru menilai kegagalan di Liga Champions menjadi faktor utama Yamal kalah dalam voting Ballon d’Or.

Rekor dan Masa Depan Cerah

Meski belum meraih Ballon d’Or, Yamal sudah mengukir sejumlah rekor sejak debut bersama Barcelona pada usia 16 tahun. Ia tercatat sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah LaLiga dan pemain termuda yang tampil di Piala Eropa. Pada Euro 2024, ia bahkan menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik setelah membawa Spanyol menjadi juara.

Tebas pun yakin cepat atau lambat Yamal akan meraih Ballon d’Or. “Jika dia terus di level ini, saya rasa tidak diragukan lagi dia akan memenangkannya,” ucap Tebas.

Topik
Komentar

Visited 4 times, 1 visit(s) today