Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: Inilah.com/Dok. Zulkifli Hasan)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di kancah global, Indonesia kembali memancarkan cahayanya. Bukan sekadar orasi kenegaraan yang menggaung di mimbar, melainkan langkah nyata dalam diplomasi ekonomi yang konkret. Di jantung Kota New York, tempat para raksasa ekonomi berkumpul, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) tampil sebagai pembicara kunci dalam World Economic Forum (WEF).
Ia datang membawa misi mulia: menabur benih investasi hijau dan menumbuhkan ekonomi sirkular, terutama di sektor pangan dan pengelolaan limbah plastik. Kehadiran Menko Zulhas di forum bergengsi ini tak hanya sekadar partisipasi, tetapi sebuah pernyataan: Indonesia siap menjadi pilar masa depan yang berkelanjutan.
Dalam agenda Sustainable Development Investment Mobilization (SDIM) dan Global Plastic Action Partnership (GPAP), Menko Zulhas menegaskan komitmen Indonesia. “Indonesia terus berupaya memperkuat ekosistem investasi yang mendukung ketahanan pangan dan pengurangan limbah plastik,” ujarnya.
Menurut Menko Zulhas, forum seperti WEF adalah momentum emas untuk memperkenalkan inisiatif yang sudah dijalankan Indonesia dan memperluas kolaborasi dengan mitra internasional.
Partisipasi aktif Menko Zulhas di forum ini menunjukkan peran strategis Indonesia dalam diplomasi ekonomi dan lingkungan. Ia menyoroti sejumlah pencapaian nasional, mulai dari pengembangan ekonomi hijau, transisi ke energi bersih, hingga langkah-langkah konkret dalam transformasi sistem pangan yang tangguh dan inklusif.
Pesan yang disampaikan jelas: Indonesia bukan sekadar penonton, melainkan mitra global yang aktif mencari solusi inovatif untuk tantangan iklim, pangan, dan polusi plastik.
Kehadiran Menko Zulhas di WEF ini juga menunjukkan sinergi kuat antar kementerian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menko Zulhas menghadiri forum ini di sela-sela tugasnya mendampingi Presiden dalam lawatan kenegaraan. Ini menandakan bahwa diplomasi Indonesia di tingkat dunia berjalan terkoordinasi, dengan setiap menteri memainkan peran spesifiknya untuk memperkuat posisi Tanah Air.
Dengan mengusung isu investasi hijau dan ekonomi sirkular, Menko Zulhas tidak hanya berbicara tentang teori. Ia secara konkret menawarkan Indonesia sebagai lahan subur bagi para investor yang peduli lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menarik modal global yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membawa dampak positif bagi ketahanan pangan dan lingkungan di masa depan.










