Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi. (Foto: ANTARA/Harianto).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktur Eksekutif Center of Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi mengaku prihatin dengan lingkar Presiden Prabowo Subianto yang dikelilingi kaum ABS alias Asal Bapak Senang. Mereka mengglorifikasi keberhasilan kinerja, sementara di lapangan masih banyak masalah.
Salah satu yang menjadi sorotan Uchok adalah pernyataan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi soal kemandirian beras.
“Janganlah bos Bapanas bohong. Mainkan peran ABS. Memang betul, beras ada, tapi dari mana? Bukankah sisa impor kemarin masih banyak? Lalu soal kualitas, bagaimana? Kemarin, saya baca Komisi IV DPR temukan beras tak layak konsumsi di Ternate,” kata Uchok di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
Selain itu, Uchok mempertanyakan masih mahalnya bahan pangan, khususnya beras di pasaran. Sementara, Kepala Bapanas menyebut, Indonesia sudah mandiri beras.
“Bahkan untuk beras premium, beli di ritel dibatasi. Harga juga masih tinggi. Dan, masih banyak beras jelek yang beredar di pasaran. Ini bagaimana Bos Bapanas kita. Kerjanya apa kalau begitu,” ungkapnya.
Uchok benar. Beberapa waktu lalu, ditemukan 1.200 ton beras rusak dan berubah warna abu-abu di Gudang Bulog Tabahawa, Ternate, Maluku Utara (Malut). Tak main-main, Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Soeharto yang menemukannya, saat memimpin kunjungan kerja ke Ternate.
“Kami mendapati beras lokal yang sudah setahun lebih disimpan, warnanya tidak sebaik semula. Kenapa tidak segera disalurkan ke masyarakat,” tegas Mbak Titiek, sapaan akrab Siti Hediati Soeharto.
Celakanya, sebagian persediaan beras itu, tengah dikemas untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun dia segera memerintahkan untuk dibatalkan, karena tidak layak disalurkan ke masyarakat.
“Kalau program SPHP menyalurkan beras seperti ini, jelas tidak layak. Masyarakat berhak menerima beras yang baik dan aman dikonsumsi,” ujarnya.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi membanggakan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan beras, daging ayam, hingga telur secara mandiri. Dia bilang, melempangkan Indonesia menuju lumbung pangan dunia.
“Sebenarnya Indonesia itu kan juga sudah sufficient (tercukupi) di beberapa pangan strategis selain beras, seperti telur, daging ayam, cabai, dan bawang merah,” kata Arief di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).
Dia menyampaikan hal itu, menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto yang mencetuskan bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9/2025).
“Kita bangga sekali melihat Presiden Prabowo Subianto di forum United Nations. Di sana beliau menyampaikan banyak hal, salah satunya mengenai pangan. Beliau juga bangga sekali karena Indonesia saat ini punya produksi yang baik, khususnya untuk perberasan,” tutur Arief.
Arief menegaskan pihaknya sangat mendukung visi Presiden Prabowo tersebut karena kini Indonesia mampu memproduksi dalam negeri sejumlah komoditas pangan strategis mulai beras hingga cabai.
“Itu kan kita sebenarnya sudah sufficient juga. Visi Indonesia jadi lumbung pangan dunia memang cita-cita Bapak Presiden, makanya kita harus swasembada pangan,” tambah Arief.











