Ketika PMI Manufaktur September 2025 Anjlok, Kemenperin Malah Klaim Kinerja IKFT Moncer

Ketika PMI Manufaktur September 2025 Anjlok, Kemenperin Malah Klaim Kinerja IKFT Moncer

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 5 Oktober 2025 – 23:36 WIB

Miniatur fasilitas pengolahan kimia menjadi plastik di Subang, Jawa Barat, Selasa (24/9/2024). (Foto: ANTARA/Muzdaffar Fauzan).

Miniatur fasilitas pengolahan kimia menjadi plastik di Subang, Jawa Barat, Selasa (24/9/2024). (Foto: ANTARA/Muzdaffar Fauzan).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Di tengah anjloknya Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur pada September 2025, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengeklaim adanya lonjakan kinerja industri kimia, farmasi dan tekstil hingga pertengahan 2025.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Sri Bimo Pratomo menyampaikan, capaian tersebut merupakan hasil nyata dari penguatan struktur industri dalam negeri, peningkatan kinerja ekspor, serta dukungan kebijakan yang konsisten.

“Kemenperin mencatat sektor IKFT berkontribusi 3,82 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Hal ini menunjukkan peran strategis sektor ini sebagai motor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” papar Sri Bimo, Jakarta, Minggu (5/10/2025).

Kinerja positif sektor IKFT didukung oleh beberapa subsektor yang tumbuh secara signifikan, seperti industri bahan galian non logam yang mencatat kenaikan tertinggi sebesar 10,07 persen pada triwulan II tahun 2025.

Angka ini menunjukkan lonjakan besar dibandingkan triwulan sebelumnya, di mana subsektor ini sempat mengalami penurunan sebesar 1,68 persen di triwulan I tahun 2025.

Dia bilang, subsektor industri farmasi, dan obat tradisional turut mencatat lonjakan pertumbuhan yang signifikan hingga mencapai 9,39 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan I tahun 2025 yang hanya sebesar 3,68 persen, maupun 4,47 persen pada triwulan IV tahun 2024.

Kinerja positif juga terlihat pada industri kulit, barang kulit, dan alas kaki yang naik menjadi 8,31 persen dari yang sebelumnya 6,95 persen pada triwulan I-2025.

Capaian positif sektor IKFT turut ditopang oleh kinerja sektor unggulan. Berdasarkan data terbaru BPS, ekspor alas kaki (HS 64) sepanjang Januari – Agustus 2025 mencapai 5,16 miliar dolar AS, tumbuh 11,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 4,61 miliar dolar AS.

Ekspor tekstil dan produk tekstil (HS 50-63) juga mencatat kenaikan 0,24 persen menjadi 8,01 miliar dolar AS dari sebelumnya 7,98 miliar dolar AS.

Secara total, ekspor gabungan alas kaki dan TPT menembus 13,17 miliar dolar AS, naik 4,51 persen dibanding capaian tahun lalu mencapai 12,59 miliar dolar AS. Selain itu, produk kimia (HS 38) juga memberikan kontribusi signifikan dengan nilai ekspor mencapai 6,12 miliar dolar AS.

Di sisi lain, S&P Global mencatatkan adanya perlambatan atas ekspansi pada September 2025. Di mana, Indeks Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur berada di level 50,4. Atau melambat ketimbang dari PMI Manufaktur pada Agustus 2025 sebesar 51,5.

Meski demikian, angka PMI Manufaktur September 2025 masih menunjukkan masi adanya ekspansi di sektor manufaktur Indonesia. Hanya saja lemah sekali. Survei S&P Global mencatat permintaan baru tumbuh selama dua bulan berturut-turut, terutama didorong oleh pasar domestik.

Namun, volume produksi justru turun untuk kelima kalinya dalam enam bulan terakhir akibat melemahnya daya beli konsumen.

“Perekonomian manufaktur Indonesia sedikit membaik pada bulan September, didorong oleh peningkatan berkelanjutan pada permintaan baru. Namun demikian, volume produksi menurun karena perusahaan mencatat penurunan daya beli klien,” ujar Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dikutip Minggu (5/10/2025).

Di tengah penurunan output, perusahaan manufaktur tetap meningkatkan pembelian input dan membangun persediaan untuk mengantisipasi potensi kenaikan permintaan. Selain itu, tingkat ketenagakerjaan meningkat selama dua bulan berturut-turut, mencerminkan optimisme pelaku usaha bahwa pertumbuhan akan berlanjut. 
 

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today