Serahkan Data Monetisasi Live, Status TikTok di Indonesia Resmi Dipulihkan

Serahkan Data Monetisasi Live, Status TikTok di Indonesia Resmi Dipulihkan

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 6 Oktober 2025 – 16:19 WIB

Ilustrasi TikTok. (Foto: Unsplash)

Ilustrasi TikTok. (Foto: Unsplash)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Kemenkomdigi) resmi mencabut status pembekuan sementara Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik (TDPSE) milik TikTok Pte. Ltd.

Langkah ini diambil setelah TikTok memenuhi kewajiban penyampaian data yang diminta pemerintah terkait aktivitas TikTok Live selama periode 25–30 Agustus 2025.

“TikTok telah mengirimkan data yang diminta berkaitan dengan eskalasi traffic dan aktivitas monetisasi TikTok Live pada periode tersebut melalui surat resmi tertanggal 3 Oktober 2025,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemenkomdigi, Alexander Sabar, dalam siaran pers di laman resmi kementerian, Sabtu (4/10) malam.

Alexander menjelaskan, data yang disampaikan mencakup rekapitulasi harian atas eskalasi traffic, besaran monetisasi, serta indikasi pelanggaran monetisasi secara agregat. Setelah dilakukan analisis menyeluruh, Kemenkomdigi menilai TikTok telah memenuhi seluruh kewajiban penyediaan data.

“Dengan dasar pemenuhan kewajiban tersebut, Komdigi mengakhiri status pembekuan sementara TDPSE dan mengaktifkan kembali status TikTok sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik yang terdaftar,” ujarnya.

Dengan pencabutan ini, masyarakat pengguna TikTok dapat kembali beraktivitas normal di platform tersebut. Alexander menegaskan, langkah ini sekaligus menjadi komitmen pemerintah dalam memastikan ruang digital Indonesia tetap sehat, aman, dan transparan.

Ia juga mengingatkan seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat (PSE Privat) agar mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami akan terus melakukan pengawasan dan komunikasi berkelanjutan dengan seluruh PSE Privat guna memastikan efektivitas pelaksanaan regulasi serta keberlanjutan ekosistem digital yang aman, terpercaya, dan kondusif bagi seluruh pengguna,” kata Alexander menegaskan.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today