Gubernur Demul Minta Donasi Rp1.000 per Hari ke Warga, Menkeu Purbaya: Terserah

Gubernur Demul Minta Donasi Rp1.000 per Hari ke Warga, Menkeu Purbaya: Terserah

Clara Medium.jpeg

Selasa, 7 Oktober 2025 – 12:43 WIB

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Antara)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani (Demul) yang meminta donasi Rp1000 perhari ke warga Jawa Barat (Jabar). Donasi tersebut akan digunakan untuk dana pendidikan hingga kesehatan.

Dia mengatakan, keputusan untuk meminta donasi atau tidak ke warga, diserahkan kepada masing-masing pemerintah daerah (pemda) dan warga daerah yang bersangkutan.

“Itu terserah kepada pemdanya dan terserah kepada warganya,” ujar Purbaya kepada wartawan, di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Namun, dia menegaskan tak ada kebijakan dari pemerintah pusat yang mewajibkan bagi warga Jawa Barat untuk membayar donasi tersebut.

“Tapi dari pemerintah pusat tidak ada kewajiban itu, jadi silakan saja kalau mau,” jelas dia.

Sebagai informasi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta ASN untuk memberikan donasi Rp1.000 per hari untuk masyarakat. Tidak hanya untuk ASN di lingkungan Pemprov Jabar, surat edaran tersebut ditujukan untuk bupati dan wali kota se-Jawa Barat serta Kantor Kemenag Jabar.

Surat edaran bernomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) (gerakan bersama-sama sehari seribu). Surat tersebut dibuat tertanggal 1 Oktober 2025.

Dalam surat edaran itu dijelaskan merujuk kepada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial bahwa masyarakat memiliki peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui nilai-nilai luhur budaya bangsa, kesetiakawanan sosial, dan kearifan lokal.

Pemprov Jabar menginisiasi program partisipatif gerakan rereongan sapoe sarebu yang berlandaskan gotong royong, serta kearifan lokal silih asah, silih asih, dan silih asuh.

Gerakan ini menjadi wadah donasi publik resmi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sifatnya darurat dan mendesak dalam skala terbatas pada bidang pendidikan dan kesehatan.

“Melalui Gerakan Rereongan Poe Ibu ini, kami mengimbau dan mengajak tiap individu ASN, siswa sekolah, dan warga masyarakat untuk menyisihkan Rp 1.000 per hari sebagai bentuk kesetiakawanan sosial dan kesukarelawanan sosial,” tulis surat edaran tersebut.
 

Topik
Komentar

Visited 1 times, 1 visit(s) today