Influencer Korea Yoon Ji-ah Ditemukan Tewas Usai Live Streaming, Diduga Dibunuh Fans VIP

Influencer Korea Yoon Ji-ah Ditemukan Tewas Usai Live Streaming, Diduga Dibunuh Fans VIP

Ibnu Medium.jpeg

Selasa, 7 Oktober 2025 – 18:56 WIB

Influencer wanita Korea Selatan Yoon Ji-ah. (Foto: People)

Influencer wanita Korea Selatan Yoon Ji-ah. (Foto: People)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Influencer wanita Korea Selatan bernama Yoon Ji-ah ditemukan tewas mengenaskan di dalam koper di kawasan pegunungan Muju, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. Kasus ini mengguncang publik setelah terungkap bahwa pelaku pembunuhan merupakan penggemar VIP yang dikenal sering memberikan donasi besar di platform tempat korban melakukan siaran langsung.

Menurut laporan media lokal, Yoon Ji-ah—yang dikenal sebagai influencer sekaligus calon aktris berusia 20-an tahun dengan lebih dari 300 ribu pengikut—tewas sekitar 30 menit setelah menuntaskan sesi livestream-nya pada 11 September lalu. Ia diduga dibunuh dengan cara dicekik, dan jasadnya ditemukan beberapa jam kemudian di dalam koper yang dibuang di pegunungan Muju.

Polisi Korea Selatan telah menangkap seorang pria berusia 50-an tahun berinisial Choi, yang mengaku sebagai CEO perusahaan IT. Ia dikenal di dunia daring dengan nama “Black Cat”, seorang donatur papan atas di platform tempat Ji-ah menyiarkan konten.

Sistem platform tersebut memiliki peringkat pengguna berdasarkan jumlah uang yang disumbangkan, dan Choi diketahui mencapai level 56—yang berarti telah menghabiskan sekitar 53.000 pound sterling (sekitar Rp1,1 miliar) demi status “VIP fan”. Namun hasil penyelidikan mengungkap bahwa Choi sebenarnya berutang besar dan memalsukan identitasnya sebagai orang kaya.

Sebelum kematian tragis itu, Yoon Ji-ah dikabarkan ingin memutus hubungan dengan Choi. Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku sempat berlutut di kaki korban memohon agar hubungan mereka berlanjut.

Beberapa saksi mata kemudian melihat Choi menarik koper besar dari rumahnya dan berpindah ke beberapa lokasi, hingga akhirnya koper berisi jenazah Ji-ah ditemukan di pegunungan Muju. Pelaku sempat melarikan diri namun ditangkap 12 jam setelah penemuan jasad.

Setelah sempat menyangkal, Choi akhirnya mengakui perbuatannya. Polisi menyebut penyebab kematian korban adalah asfiksia akibat tekanan pada leher.

Ibu korban dalam wawancara dengan media mengatakan, “Detektif menunjukkan rekaman CCTV pukul 3.27 sore, ketika Ji-ah hendak keluar dari mobil, namun seseorang menariknya kembali ke dalam. Tak lama setelah itu, pintu mobil menutup.”

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today