Suntikan Raksasa Rp30,4 Triliun! Danantara Kuatkan Sayap Bisnis Garuda

Suntikan Raksasa Rp30,4 Triliun! Danantara Kuatkan Sayap Bisnis Garuda

Masa depan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) makin cerah! Maskapai penerbangan nasional ini dipastikan menerima suntikan modal jumbo senilai US$1,84 miliar atau setara Rp30,46 triliun (asumsi kurs Rp16.500) dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Injeksi dana strategis ini menjadi tonggak penting dalam upaya penyehatan kinerja GIAA, yang akan dieksekusi melalui anak usaha Danantara, PT Danantara Asset Management (DAM), lewat skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Komitmen Kuat Danantara Perbaiki Ekuitas

Langkah private placement ini mencerminkan komitmen jangka panjang DAM sebagai pemegang saham mayoritas. Total dana triliunan rupiah tersebut berasal dari dua sumber, yakni setoran modal tunai dan konversi utang.

DAM akan melakukan penyetoran modal secara tunai kepada Perseroan senilai sebesar US$1.441.320.636, yang akan dilakukan melalui pengambilan bagian atas saham yang diterbitkan dalam PMTHMETD.

Sementara itu utang senilai US$405 juta juga akan dikonversi menjadi saham dalam private placement ini. Adapun utang yang dimaksud tertuang dalam Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham antara Perseroan sebagai debitur, DAM sebagai kreditur, dan Citilink sebagai obligor tanggal 24 Juni 2025.

Manajemen Garuda menegaskan bahwa transaksi ini sangat vital. Tujuannya jelas: memperbaiki posisi keuangan GIAA secara komprehensif dan mendapatkan pendanaan mendesak untuk menjaga kelangsungan usaha dan operasional, termasuk anak usaha, Citilink.

“Pelaksanaan PMTHMETD oleh DAM (Danantara Asset Management) sebagai pihak terafiliasi dilakukan dengan mempertimbangkan urgensi perbaikan posisi keuangan Perseroan secara menyeluruh, serta kebutuhan pendanaan yang mendesak untuk menjaga kelangsungan usaha dan operasional Perseroan dan entitas anak,” tulis manajemen Garuda, Selasa (7/10/2025).

Modal Kuat, Penerbangan Makin Lincah

Setelah berhasil menurunkan utang pasca-restrukturisasi 2022, GIAA memang masih membutuhkan dorongan kuat. GIAA menghadapi tantangan ekuitas negatif yang menghambat akses pendanaan dan mengancam potensi delisting.

Melalui PMTHMETD ini, GIAA akan mendapatkan fondasi keuangan yang jauh lebih baik. Tujuan strategis utama transaksi ini meliputi:

Peningkatan Ekuitas: Memperbaiki nilai ekuitas secara konsolidasi, menjadikan neraca perusahaan lebih sehat.

Penguatan Likuiditas: Memperkuat struktur permodalan dan mengurangi liabilitas secara konsolidasi, memastikan operasional harian berjalan mulus.

Armada dan Operasional: Dana hasil private placement akan dialokasikan mayoritas untuk pembiayaan modal kerja (29 persen), peningkatan modal Citilink (37 persen), dan ekspansi armada (22 persen) GIAA dan Citilink. Sisa 12 persen digunakan untuk melunasi utang bahan bakar Citilink kepada Pertamina.

Manajemen meyakini, GIAA memiliki peran strategis sebagai penopang konektivitas arus barang dan penumpang yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, perbaikan likuiditas ini merupakan strategi game-changer untuk keberlanjutan bisnis ke depan.

RUPSLB November: Langkah Akhir Menuju Transformasi Total

Dengan harga pelaksanaan PMTHMETD ditetapkan sebesar Rp75 per saham, komitmen DAM melalui pihak terafiliasi ini memberikan kepastian dan efisiensi dalam penggalangan dana, mengingat pemahaman DAM yang mendalam terhadap kondisi keuangan GIAA.

Meskipun pelaksanaan PMTHMETD akan menyebabkan persentase kepemilikan saham publik terdilusi dari 27,46 persen menjadi 5,03 persen, hal ini dipandang sebagai konsekuensi yang harus diambil demi menyelamatkan dan memperkuat maskapai.

Langkah ini tinggal menunggu restu final. GIAA akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 12 November 2025 di Tangerang, Banten. Pemegang saham yang berhak hadir dicatat dalam DPS per 20 Oktober 2025.
 

Visited 1 times, 1 visit(s) today