Bank bjb Cianjur Dorong Pekerja Migran ke Jepang Lewat Akses KUR dan Edukasi Keuangan

Bank bjb Cianjur Dorong Pekerja Migran ke Jepang Lewat Akses KUR dan Edukasi Keuangan

Bank bjb terus memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi daerah melalui dukungan konkret bagi peningkatan kapasitas tenaga kerja Indonesia. 

Salah satu langkah strategis diwujudkan lewat pemberian fasilitas pembiayaan bagi calon pekerja migran yang akan berangkat ke luar negeri untuk menimba pengalaman dan meningkatkan keterampilan kerja.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, bank bjb Cabang Cianjur menandatangani Addendum Perjanjian Kerja Sama dengan LPK SO Yayasan Amanat Negeri Sakura.

Kolaborasi ini berfokus pada penyaluran dan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pekerja migran Indonesia yang akan mengikuti program magang ke Jepang.

Kegiatan yang juga dihadiri pemerintah daerah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara lembaga keuangan dan lembaga pelatihan kerja. Kehadiran bank bjb diharapkan mampu membantu Kabupaten Cianjur mencetak sumber daya manusia yang kompeten, siap bersaing di tingkat global, dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal.

Sejak kerja sama dimulai, bank bjb Cabang Cianjur telah menyalurkan pembiayaan KUR senilai Rp3,2 miliar kepada 94 peserta magang ke Jepang. Kini, dukungan tersebut diperluas dengan tambahan penyaluran kredit sebesar Rp10 miliar sebagai tahap lanjutan.

“Tambahan pembiayaan ini mencerminkan kepercayaan kami terhadap potensi besar tenaga kerja asal Cianjur. Kami ingin memastikan mereka memiliki akses modal dan kesiapan finansial sebelum berangkat,” ujar perwakilan bank bjb Cabang Cianjur.

Tak Sekadar Pembiayaan, tapi Edukasi Keuangan

Melalui kerja sama ini, bank bjb tidak hanya menyediakan fasilitas kredit, tetapi juga menghadirkan pendampingan keuangan dan literasi finansial bagi para peserta magang. Para calon pekerja migran dibekali pemahaman pengelolaan dana, perencanaan masa depan, serta strategi membangun aset produktif setelah kembali ke tanah air.

Selain itu, Yayasan Amanat Negeri Sakura dan bank bjb juga bekerja sama dalam pemanfaatan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bank bjb, yang memberi kesempatan bagi peserta magang untuk mulai merencanakan masa depan keuangan mereka sejak dini.

“Edukasi ini penting agar pekerja migran tidak hanya sukses bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu mengelola hasil kerjanya untuk membangun ekonomi keluarga dan daerah asal,” jelas pihak bank bjb.

Dalam mendukung kegiatan operasional yayasan, bank bjb juga menyediakan berbagai produk unggulan berbasis digital seperti Internet Banking Corporate, Payroll Service, DPLK karyawan, serta Kredit Investasi bagi pengembangan sarana pelatihan.

Melalui sistem transaksi digital yang efisien dan transparan, lembaga pelatihan dapat mengelola dana lebih akuntabel dan efektif, mempercepat proses administrasi, dan memperkuat kepercayaan peserta program.

Langkah ini sejalan dengan misi pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi tenaga kerja berorientasi ekspor, khususnya di sektor nonformal. Dengan dukungan keuangan yang tepat, para peserta magang diharapkan dapat beraktivitas secara mandiri dan berkelanjutan.

bank bjb menegaskan bahwa dukungannya kepada pekerja migran tidak bersifat transaksional semata, tetapi juga transformasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, bank bjb ingin menciptakan pekerja migran yang cakap, mandiri, dan berdaya saing — sekaligus menjadi agen perubahan ekonomi di daerah asalnya.

Dengan konsistensi tersebut, bank bjb memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya manusia unggul, berkelanjutan, dan inklusif.

Visited 4 times, 1 visit(s) today