Kenan Yildiz dari Juventus FC berduel dengan Adrien Rabiot dari AC Milan dalam pertandingan Serie A antara Juventus FC dan AC Milan di Stadion Allianz pada 5 Oktober 2025 di Turin, Italia. (Foto: Valerio Pennicino/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Bintang muda Juventus, Kenan Yildiz, menyambut antusias lawatan timnya ke markas Real Madrid di Stadion Santiago Bernabeu. Namun, ia dengan tegas menolak perbandingan dengan legenda klub, Alessandro Del Piero, dan menegaskan ingin membangun sejarahnya sendiri.
Juventus dijadwalkakan akan menantang Real Madrid dalam pertandingan ketiga fase grup Liga Champions, Rabu (22/10/2025) waktu setempat. Bagi Yildiz, laga ini akan menjadi pengalaman pertamanya bermain di stadion ikonik tersebut.
“Setiap anak bermimpi bermain di stadion itu,” kata Yildiz dalam wawancaranya dengan UEFA.
“Saya pikir itu salah satu yang terbaik di dunia, dan bisa bermain di sana sekarang adalah mimpi yang menjadi kenyataan.”
“Menghadapi klub seperti itu di Liga Champions sungguh luar biasa. Saya harap semuanya berjalan baik, dan saya harap bisa memainkan pertandingan yang hebat,” tambahnya.
Di usianya yang baru 20 tahun, Yildiz telah dipercaya mengemban nomor punggung keramat 10 di Juventus, nomor yang identik dengan Del Piero. Yildiz mengakui awalnya ia merasakan beban dari nomor tersebut, namun kini ia memilih untuk fokus pada permainannya.
“Awalnya, saya berpikir: ‘Ya Tuhan, apakah saya bisa menangani No.10?’ Tapi setelah itu, saya tidak terlalu mementingkannya,” ujar Yildiz.
“Jujur saja, nomor itu tidak bermain. Sayalah yang bermain. Jadi, saya selalu berusaha memberikan segalanya untuk menunjukkan kemampuan saya. Saya harap sejauh ini berjalan baik, jadi saya ingin terus seperti ini,” tegasnya.
Ketika kembali disinggung mengenai perbandingan yang tak terhindarkan dengan Del Piero, bintang asal Turki itu meminta agar perbandingan tersebut dihentikan.
“Saya selalu bilang saya tidak suka perbandingan antara saya dan dia [Del Piero] karena dia adalah seorang legenda,” lanjut Yildiz.
“Kariernya sudah berakhir; karier saya baru saja dimulai. Saya ingin membangun sejarah saya sendiri,” tegasnya.
Meski demikian, Yildiz tidak menutupi kekagumannya pada sang legenda.
“Dia adalah seseorang yang selalu saya kagumi, dan saya bangga mengenakan nomornya di klub ini.”
Dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik di Eropa saat ini, Yildiz mengaku hal itu menjadi motivasi, tetapi ia tidak ingin teralihkan oleh perbandingan dengan pemain lain.
“Saya tidak terlalu suka perbandingan. Saya adalah saya. Saya tidak seperti orang lain. Itulah mengapa saya hanya melihat diri saya sendiri,” pungkasnya.














