Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2024). (Foto: Inilah.com/Nondo Adi)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), menyampaikan keyakinannya bahwa sepak bola Indonesia bisa menembus Piala Dunia 2030, asalkan semua pihak bersatu dan melakukan persiapan lebih matang sejak sekarang.
Dalam wawancara eksklusif dengan media Korea, Goalpost, pelatih asal Korea Selatan itu mengatakan, kegagalan Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 harus dijadikan pelajaran dan titik balik untuk membangun fondasi yang lebih kuat menuju edisi berikutnya.
“Sebenarnya kesempatan itu ada, tapi gagal dimanfaatkan. Itu yang paling saya sesalkan. Tapi saya percaya, kalau dipersiapkan lebih baik, Indonesia bisa ke Piala Dunia 2030,” ujar Shin Tae-yong seperti dikutip dari kanal YouTube Goalpost Korea, Selasa (21/10/2025).
Momentum Evaluasi dan Regenerasi
Shin menilai bahwa apa yang telah dicapai skuad Garuda sejauh ini—terutama lolos ke babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026—merupakan loncatan besar dibandingkan satu dekade lalu. Ia menyebut fondasi itu tidak boleh hilang, melainkan harus diteruskan dengan regenerasi pemain muda dan pembinaan berkelanjutan.
“Indonesia sekarang sedang dalam tren positif. Kalau dipersiapkan lebih baik, saya yakin bisa lebih maju lagi. Banyak pemain muda yang potensial, mereka butuh pengalaman dan waktu bermain,” ujarnya.
Pelatih berusia 53 tahun itu juga menyinggung pentingnya stabilitas program jangka panjang, baik di level federasi maupun klub. Menurutnya, pembinaan yang konsisten dan kompetisi usia muda yang berkesinambungan menjadi kunci agar Indonesia tidak lagi bergantung pada naturalisasi semata.
“Sepak bola Indonesia sudah punya pondasi yang bagus. Tapi kalau ingin bersaing di level dunia, semua elemen—pemerintah, federasi, pelatih, dan pemain—harus punya arah yang sama,” tegasnya.
Masih Punya Ikatan Emosional dengan Indonesia
Meski kini berstatus tanpa klub, Shin mengaku masih membaca pesan dan komentar dukungan dari penggemar Indonesia di akun media sosialnya. Ia merasa tersentuh karena para suporter belum melupakannya.
“Saya terharu saat melihat fans Indonesia masih memanggil nama saya di stadion. Itu membuat saya sadar bahwa hubungan kami belum berakhir,” tuturnya.
Pelatih yang membawa Indonesia ke final SEA Games 2023 dan perempat final Piala Asia U-23 2024 itu juga menegaskan, Indonesia tetap menjadi prioritas jika suatu saat ia mendapat tawaran kembali.
“Kalau tawarannya mirip dari Indonesia dan tempat lain, hati saya tetap condong ke Indonesia. Indonesia akan selalu jadi pilihan pertama saya,” katanya.
Menatap Harapan ke Depan
Bagi Shin, kegagalan di 2026 bukan akhir dari segalanya. Ia menilai Indonesia memiliki waktu lima tahun untuk memperbaiki sistem dan menyiapkan generasi baru menuju Piala Dunia 2030.
“Sepak bola tidak berhenti di situ. Masih ada langkah berikutnya, masih ada Piala Asia 2027. Kalau dipersiapkan dengan baik, saya yakin Indonesia bisa ke Piala Dunia 2030,” pungkasnya.














